Rabu, 19 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Jualan Sabu dan Ganja dalam Spidol

Polisi Curiga Temukan Banyak Spidol di Kamar

21 Desember 2017, 02: 56: 03 WIB | editor : Wijayanto

CERDIK: Kapolsek Tegalsari, Kompol David  Trio Prasojo menunjukkan para tersangka dan barang bukti.

CERDIK: Kapolsek Tegalsari, Kompol David Trio Prasojo menunjukkan para tersangka dan barang bukti. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

Surabaya - Seribu cara dilakukan pengedar narkoba untuk melanggengkan bisnisnya. Modus baru terus diciptakan agar narkoba yang diedarkan tak ketahuan. Namun dari sekian banyak modus, cara yang dlakukan oleh Kasbullah, 40, tergolong baru. Sebab, pria warga Jalan Tambakasri,  Krembangan, Surabaya ini mengedarkan sabu-sabu dengan cara memasukkannya ke dalam spidol.

Modus Kasbullah ini terungkap setelah polisi menangkap dua tersangka lain yakni Humam Farid, 28, dan Irfan Rosidi, 38. Kedua pria ini masing-masing tinggal di Jalan Kalimas I atau kost di Jalan Bromo II dan Jalan Tambak Mayor Barat 5, Surabaya. Mereka ditangkap di dua lokasi berbeda. Humam ditangkap di sebuah diskotek di Jalan Basuki Rahmat sementara Irfan ditangkap di rumahnya.

Kapolsek Tegalsari, Kompol David  Trio Prasojo menjelaskan sebelum penangkapan Kasbullah, pihaknya terlebih dahulu menangkap Humam. Saat ia ditangkap di sebuah diskotek, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa dua butir ekstasi dan satu poket sabu seberat 0,92 gram.  Kemudian setelah diinterogasi, Humam mengaku mendapatkan sabu tersebut dari tersangka Irfan.

"Setelah mendapatkan keterangan dari tersangka Humam, kamipun menggerebek Irfan di rumahnya," ungkap Kompol David,  Rabu (20/12).

Namun dari penangkapan Irfan, pihaknya tak mendapati barang bukti sabu, hanya saja polisi mengamankan seperengkat alat isap dan masih ada sedikit sisa sabu. Kemudian dari Irfan, pihaknya mencoba mengembangkan asal sabu yang ia jual kepada Humam.

"Saat itulah tersangka mengatakan jika  sabu tersebut didapatkan dari tersangka Kasbullah alias Rio," teranganya. 

Mantan Kapolsek Tambaksari ini juga mengatakan, setelah mendapati identitas Kasbullah, pihaknya pun bergegas menuju ke tempat persembunyiannya di kawasan Jalan Simorejo, Surabaya. Kemudian polisi pun langsung melakukan penggerebekan. Saat digerebek, ternyata Kasbullah tak sendirian melainkan bersama teman wanitanya yakni Siti Aisyah, 39, warga Jalan Dupak Rukun.

"Saat kami gerebek, kedua tersangka tersebut sedang asyik menghisap sabu dan sedang menimbang sabu yang hendak diedarkan," imbuhnya.

Berbeda dengan Kasbullah yang ditahan di Polsek, tersangka Aisyah diserahkan ke Mapolrestabes Surabaya. Sementara barang bukti yang diamankan dari kedua tersangka ini di antaranya dua poket sabu seberat 9  gram dan juga dua poket biji ganja. Tak hanya itu, seperangkat alat isap sabu serta dua timbangan elektrik berhasil diamankan.

Lebih detail, David menjelaskan jika Kasbullah adalah seorang pengedar sabu dan ganja. Dalam mengedarkan narkobanya, Kasbullah memanfaatkan spidol kosong untuk menyembunyikan sabunya. Caranya cukup sederhana, ia membuang isi spidol yang sudah tak terpakai, kemdian ia memasukkan sabu dan ganja ke dalam spidol kosong tersebut dengan bantuan penjepit.

"Setelah itu, tersangka menutup kembali tutup spidol tersebut, sehingga saat mengedarkan narkoba, tak nampak sedikitpun narkoba yang ia bawa, ia hanya membawa spidol tersebut," tandasnya.

Kadang agar nampak rapi, Kasbullah juga membalut spidol tersebut dengan plastik, agar hasilnya terlihat seperti spidol baru. Meski sederhana, namun perwira polisi dengan satu melati di pundak ini mengaku sempat terkecoh dengan modus yang dilakukan tersangka.

"Sebelumnya, kami mengamankan narkoba yang nampak saja. Namun kami curiga, lantaran banyak spidol kosong di sana. Ternyata begitu kami buka, spidol tersebut berisikan narkoba," papar David.  Selain narkoba, Kasbullah juga menggunakan spidol tersebut untuk menyembunyikan sedotan yang biasa digunakan untuk mengisap sabu.

Sementara itu kepada polisi, Kasbullah mengaku jika ide memasukkan sabu dalam spidol berawal saat ia kesulitan mencari tempat untuk menyembunyikan sabu yang hendak ia antarkan. Saat itulah ia  melihat spidol yang sudah tak terpakai dan spontan ia membuka penutup spidol dan memasukkan sabu ke dalamnya.

"Setelah itu saya antarkan sabu dalam spidol tersebut kepada pembeli. Dan ternyata cukup aman, sehingga saya terus melakukan cara yang sama," ungkap Kasbullah,.

Dia menjelaskan, sudah menjadi pengedar narkoba sejak enam bulan yang lalu. Dan salah satu pelanggan yang sering memesan darinya adalah Irfan.  Sedangkan ia sendiri memperoleh pasokan sabu tersebut dari seorang bandar asal Madura. 

"Saya biasa memesan sabu dalam jumlah cukup banyak, lebih dari dua gram. Setelah sabu diantarkan saya lantas menjualnya kembali dengan poket kecil," imbuhnya. (yua/no)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia