Selasa, 19 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya

Reuni Cowas di Kantor Bersejarah Kembang Jepun

18 Desember 2017, 10: 38: 39 WIB | editor : Wijayanto

NOSTALGIA: Markas bersejarah Jawa Pos yang kini ditempati kantor harian pagi Radar Surabaya di Jalan Kembang Jepun 167 Surabaya.

NOSTALGIA: Markas bersejarah Jawa Pos yang kini ditempati kantor harian pagi Radar Surabaya di Jalan Kembang Jepun 167 Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Para mantan karyawan Jawa Pos yang terhimpun dalam Perkumpulan Cowas JP (Konco Lawas Jawa Pos) akan melaksanakan reuni kali pertama di "Markas Bersejarah" JP di Jalan Kembang Jepun 167, Surabaya, pada Minggu, 17 Desember 2017.

"Ini reuni ke-8 sejak Cowas JP didirikan pada 19 Agustus 2015. Kali pertama dan mungkin hanya satu kali ini saja terselenggara di Kantor Kembang Jepun," kata Wakil Ketua Cowas JP, Slamet Oerip Prihadi.

Rencananya, acara reuni tersebut dimulai pukul 13.00 sampai sekitar pukul 15.30. Mengapa Kantor Kembang Jepun disebut Markas Bersejarah JP? Sebab di era Kembang Jepun lah (1982-1989), Harian Jawa Pos mengalami masa kebangkitan luar biasa.

Sejak Jawa Pos diakuisisi Grafiti Pers (penerbit Majalah Berita Mingguan Tempo) pada awal April 1982, yang semula nyaris bangkrut dengan jumlah cetak sekitar 6.500 eksemplar hingga sukses menembus tiras 100.000 eksemplar pada 1986 mengalahkan kompetitor lokal Surabaya Post.

Kini, kantor Kembang Jepun menjadi Markas Radar Surabaya - anak perusahaan Jawa Pos Koran - yang dipimpin Leak Kustiya yang baru saja terpilih menjadi Direktur Utama Jawa Pos Koran (JPK).

"Karena itu, kami para mantan karyawan Jawa Pos mengucapkan terima kasih atas kesediaan manajemen Radar Surabaya sebagai tuan rumah Reuni ke-8 Cowas JP," kata Slamet yang dulu ikut babat alas Radar Surabaya pada 2001.

"Kami sekarang bukan orang Jawa Pos lagi. Karena itu, kami merasa mendapat kehormatan luar biasa apabila diperbolehkan reuni dan bernostalgia di Kantor Kembang Jepun. Satu kali ini saja sudah cukup bagi kami. Terima kasih yang sebesar-besarnya," ungkap pria yang karib disapa Suhu itu.

Di Kembang Jepun inilah, dulu laskar JP era 1982-1989 di bawah pimpinan Dahlan Iskan berhasil melesatkan JP menjadi imperium koran dari Aceh sampai Jayapura. Punya pabrik kertas besar sendiri dan banyak sekali gedung Graha Pena.

"Setelah Pak Dahlan Iskan tak lagi menjadi CEO Jawa Pos Group, kami tidak tahu lagi apakah kami masih diakui sebagai para mantan JP atau tidak? Tapi dengan kesediaan manajemen Radar Surabaya menjadi tuan rumah, kekhawatiran itu terpupus.

Apapun yang terjadi, semoga hubungan sejarah tetap terpelihara,” ucapnya.

"Kami atas nama pengurus Cowas JP dan seluruh anggota menyampaikan penghargaan yang tinggi buat manajemen Radar Surabaya dan JPK yang anyar," tambah Slamet.

Reuni di Kantor Kembang Jepun tercetus di kediaman Dahlan Iskan di perumahan Sakura Regency pada 13 Agustus 2017. Usai reuni ke-7 sekaligus HUT ke-2 Cowas JP, Dahlan mengundang para mantan JP yang berdomisili di Jakarta. Nah pada Minggu sore itulah, Iwan Irawanto, mantan wartawan era Kembang Jepun nyeletuk: "Alangkah asyiknya jika kita bisa reuni di Kantor Kembang Jepun."

Spontan Dahlan berkata, "Setuju. Ayo kita reuni di Kantor Kembang Jepun!" Rencananya di acara reuni tersebut, Cowas juga akan me-launching buku “Api Revolusi dari Kembang Jepun."

Buku himpunan tulisan para mantan wartawan JP era 1982-1989 ini adalah seri pertama. Seri kedua segera disiapkan. Diharapkan buku ini bisa menginspirasi generasi anyar JP Koran untuk mengawali masa kebangkitan kedua. Semoga. (jay)

(sb/jay/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia