Selasa, 21 Aug 2018
radarsurabaya
icon featured
Features

Cara Hindarkan Penyakit pada Hewan Peliharaan dengan Obat Cacing

Selasa, 05 Dec 2017 06:20 | editor : Abdul Rozack

Grafis Peliharaan dengan Obat Cacing

Grafis Peliharaan dengan Obat Cacing (Grafis: Gilang)

SURABAYA – Kucing dan anjing merupakan binatang yang banyak dipelihara. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar mereka tetap sehat. Dokter hewan dari Fakultas kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya Almaedawati Erina mengatakan, dua binatang ini seperti manusia. Mereka butuh penyesuaian saat menempati tempat yang baru. Dibandingkan kucing, anjing lebih cepat menyesuaikan dengan rumah baru. 

“Biarkan mereka mengamati atau mengendus tempat baru di rumah anda. Mereka akan menandai. Kucing, baik itu lokal ataupun ras akan membutuhkan waktu seminggu untuk menyesuaikan diri. Sedangkan anjing lebih cepat,” kata Alma, Senin (4/12). 

Jika binatang tersebut didapat dari membeli, lanjut Alma, sebaiknya kita memandikan binatang kesayangan kita lalu memberikan obat anti cacing dan kutu yang bisa dibeli di toko perlengkapan binatang peliharaan. Sebab, tidak semua penjual binatang peliharaan memberikan dua obat ini. “Lihat, teliti dan tanyakan kepada penjualnya. Apakah anjing atau kucingnya sudah diberi dua obat tersebut. Biasanya penularannya dari induknya,” tutur Alma.  

Setelah diberi obat anti kutu dan cacing, anjing atau kucing baru bisa di beri vaksin. “Syarat diberi vaksin adalah kondisi binatang harus sehat. Kalau tidak bisa mati,” lanjutnya. 

Alma mengungkapkan, vaksin tersebut berguna untuk menjaga kesehatan anjing dan kucing dari serangan beberapa penyakit, seperti virus destemper yang menyerang anjing dan virus calici yang menyerang organ dalam kucing. 

Agar tidak mengganggu pemilik, sebaiknya binatang dibuatkan kamar khusus atau kandang tersendiri. Jangan dibiarkan seharian di dalam kandang atau kamar. Kalau memang ada waktu, ajak mereka berjalan-jalan sekitar rumah, terutama bagi anjing.  

“Bersihkan kandang secara rutin. Jangan sampai menumpuk kotorannya yang akhirnya jadi sumber penyakit. Jangan lupa menggunakan sarung tangan dan cuci tangan menggunakan sabun setelahnya,” ujar Alma. 

Alma menambahkan, makanan dan minuman juga harus diperhatikan. Beli makanan khusus yang berkualitas agar binatang tidak diare. “Kalau  terpaksa, berikan tempe rebus yang dicampur ikan. Ini lebih menyehatkan daripada nasi diberi kuah soto atau lainnya,” terang Alma. 

Yang terpenting lagi adalah memandikan dan menyisir bulu kucing atau anjing secara rutin. (ang/nur) 

(sb/ang/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia