Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Pakai Sabuk Gir agar Celana Tak Melorot, Malah Kena Razia Polisi

04 Desember 2017, 14: 58: 09 WIB | editor : Wijayanto

TELER: Tiga pelajar diamankan setelah kedapatan membawa gir dan topeng dalam kondisi mabuk.

TELER: Tiga pelajar diamankan setelah kedapatan membawa gir dan topeng dalam kondisi mabuk. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Razia malam minggu rutin dilakukan polisi di sejumlah titik rawan di Surabaya. Salah satunya di Jalan Sumatra. Tak hanya menilang dan mengamankan sejumlah kendaraan, razia yang dipimpin oleh Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Roni Faisal Saiful Faton tersebut juga mengamankan tiga pelajar SMP. Mereka diamankan dalam kondisi mabuk serta membawa topeng dan sebuah gir motor.

Tiga pemuda  yang diamankan tersebut ialah JN,14, FR,14 dan RF,13,. Ketiga pemuda yang tinggal di Jalan Tambak Segaran ini diamankan setelah mereka dihentikan polisi lantaran berboncengan tiga mengendarai sepeda motor. Setelah diperiksa, ternyata ketiganya dalam kondisi mabuk. Setelah itu, mereka diperiksa.

Saat digeledah, polisi menemukan sebuah topeng dan gir dari tubuh RF. Topeng disimpan di saku celana, sementara gir sepeda motor tersebut digunakan RF sebagai gesper. Hal ini membuat kecurigaan polisi, sehingga ketiga remaja diserahkan ke Polsek Gubeng untuk diproses lebih lanjut. “Kami curiga jika benda-benda digunakan mereka untuk melakukan tindak kriminalitas,” ungkap AKBP Roni, Sabtu (2/12).

Meski demikian kecurigaan polisi tersebut dibantah oleh RF. Menurutnya, ia tak pernah menggunakan gir tersebut untuk kejahatan, ia tak berfikir untuk ke sana. Gir itu hanya ia gunakan agar celanannya tidak mlorot saja.

“Sumpah pak, saya tidak pernah menggunakannya,” ungkap RF.

 Selain tiga pemuda tersebut, razia yang dilakukan Minggu  dinihari tersebut juga menilang 82 pengendara. Mereka ditilang lantaran melakukan pelanggaran lalu lintas, pelanggarannyapun beragam mulai tak memakai helm, tak membawa STNK dan  tak menyalankan lampu. Selain itu, sebanyak 7 motor dan satu mobil terpaksa dimankan, lantaran tak dilengkapi dengan surat-surat.

“Kendaraan tersebut kami bawa ke Mapolrestabes dan akan dikembalikan jika pemilik kendaraan membawa bukti surat-surat kendaraan tersebut,” lanjut Roni.

Roni juga menjelaskan razia ini  memang rutin dilakukan setiap malam Minggu. Tujuannya ialah meminimalisir aksi kejahatan jalanan, curanmor dan peredaran narkoba di Surabaya.(yua/no) 

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia