Kamis, 19 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
8 Tahun Buronan korupsi dana P2SEM

7 Tahun di Malaysia Ditemani Istri dan Anak, dr Bagoes Tidak Terlacak

30 November 2017, 21: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

TERCIDUK: Bagoes Soetjipto Soelyodikoesoemo (tengah) terpidana kasus korupsi Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) Jawa Timur tahun ang

TERCIDUK: Bagoes Soetjipto Soelyodikoesoemo (tengah) terpidana kasus korupsi Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) Jawa Timur tahun anggaran 2008 (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

Perjalan ke Surabaya, pesawat sempat delay, sehingga mengalami keterlambatan. Akhirnya, dr Bagoes ini baru tiba di Kejati Jatim sekitar pukul 17.53. Kedatangan buronan ini dikawal polisi dari Bandara Juanda hingga ke Kejati Jatim. dr Bagoes yang menggunakan baju merah ini tanpak santai, cenderung banyak diam.

Saat akan dibawa ke lantai lima Ruang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jatim, dr Bagoes mengakui selama tujuh tahun lari ke Malaysia, dirinya berkerja sebagai dokter spesialis Jantung, dan mengajarkan di Newcastel University Medicine Malaysia. "Saya menjadi dokter saya di sana," ucap singkatnya.

Selama pelariannya, terpidana ini menginap di sebuah apartemen di Johor Bahru. Keberadaan dr Bagoes bersama istri dan anaknya ini tak berhasil dilacak oleh petugas AMC dari Kejagung RI.

Didik Farkah Alisyahdi menjelaskan selama menjalani pelariannya terpidana ini tidak mengganti namanya. Namum terpidana ini mengubah nomor paspor, dan KTP-nya dengan orang lain. "Ini terkuak saat kami periksa terpidana tidak mengganti nama. Bahkan terpidana sempat beberapa kali memperpanjang izin tinggal dan paspornya," ucap Didik.

Didik Farkhan Alisyahdi mengatakan sebelum ke Malaysia, dan Singapura itu terpidana sempat singgah di beberapa kota. Terpidana sempat ke Kota Cepu, dan Semarang. Akhirnya di Semarang ini, terpidana membuat paspor, lalu lari ke Batam. "Setelah itu terpidana sempat melamar menjadi dokter di Singapura, namun ijazah asli dr  Bagoes ini tidak diterima oleh rumah sakit di Singapura. Kemudian dia pindah ke Malaysia," ujarnya.

Selama kabur itu, terpidana ini sempat beberapa kali melakukan perpanjangan paspor di KBRI. "Ini perkerjaan rumah dan akan kami kordinasikan dengan imigrasi dan KBRI yang ada di Malaysia yang kecolongan untuk membuat surat izin tinggal," terang Didik.

Didik mengatakan selama tinggal di Malaysia terpidana ini ditemani anak dan istrinya."Yang berangkat duluan dr Bagoes yang langsung disusul anak dan istrinya," ucapnya.(sar/no)

(sb/sar/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia