Kamis, 27 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Teka-teki Tulang Belulang di Sumur Tua

Perdalam Motif Pembunuhan Anak Punk, Polisi akan Panggil Istri Pelaku

29 Oktober 2017, 06: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Pelaku pembunuhan anak punk beserta barang bukti

Pelaku pembunuhan anak punk beserta barang bukti (Dokumen Radar Surabaya)

Share this      

SURABAYA-Pasca tertangkapnya dua pelaku pembunuhan terhadap Andi Prawangsa, 19, warga Desa Pepelegi, Waru Sidoarjo Kamis malam (26/10), polisi langsung tancap gas untuk mengejar delapan pelaku pembunuhan lainnya.

Kabarnya, Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim saat ini sudah mengantongi identitas kedelapan rekan Abu Daud, 27, warga Simpang Lima Krian, yang tinggal di Klagen, Tropodo, Sidoarjo dan Ghofur, 25, warga Kelurahan Wonocolo, Taman, Sidoarjo.

Hal itu dibenarkan Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Boby Paludin Tambunan. Bahwa identitas sudah didapat dan saat ini sedang melakukan pengintaian. Informasinya kedelapan pelaku lain itu adalah satu komplotan yang sama dan kerap mengamen bersama.

“Benar kami sudah kantongi identias kedelapan rekan pelaku utama. Anggota sudah bekerja,”ujar Boby, Sabtu (28/10).

Boby menambahkan bahwa untuk menangkap kedelapan pelaku tersebut pihaknya butuh waktu. Dan dia juga memberikan keterangan kepada Radar Surabaya bahwa dalam waktu dekat akan segera dikabari jika sudah dibekuk.

“Tunggu sampai Senin besok. Insa Allah ada kabar baik,”kata perwira menengah dengan dua melati di pundaknya itu.

Tak hanya itu dia menjelaskan bahwa pihaknya optimis akan dapat membekuk semua pelaku dalam waktu dekat. Karena pelaku utama sudah diamankan terlebih dahulu. Masih menurut Boby bahwa sebelumnya komplotan ini sangat kompak dalam menjaga rahasia pembunuhan selama dua tahun ini.

Sementara untuk motif lain pembunuhan pihaknya masih melakukan pendalaman karena berdasarkan pengakuan awal pembunuhan  itu dilakukan karena atas dasar cemburu buta.

“Menurut pengakuannya tersangka kan cemburu karena korban mengirim SMS dengan panggilan sayang dan mengajak keluar istri tersangka,” ungkapnya.

Kendati begitu untuk mengungkap seberapa dekat hubungan antara korban dan istri pelaku, maka dalam waktu dekat polisi akan memanggil istri Abu Daud.

“Ada informasi bahwa korban kenal dengan istri tersangka itu dari rekan istri pelaku utama. Kemudian dikasih nomor HP. Dan untuk memperjelas hal itu minggu depan istri pelaku akan kami panggil ke Mapolda Jatim,” kata dia. 

Ditambahkan Boby, untuk motif lain pihaknya belum berani menduga, karena pihaknya masih fokus mengejar para pelaku yang masih keliaran.

(sb/rus/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia