Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Gresik

4.889 Warga Gresik Terdeteksi Kanker Serviks

25 Oktober 2017, 12: 26: 57 WIB | editor : Aries Wahyudianto

Dewi saat melakukan deteksi dini

DETEKSI DINI: Dewi saat melakukan deteksi dini melalui IVA dan Pap Smear, memarin di Gedung PIKPG. (Esti/Radar Gresik)

Share this      

KOTA –Jumlah penderita kanker serviks terus meningkat di Kabupaten Gresik. Terbukti, pada semester awal ini, sudah ribuan warga yang terdeteksi menyidap penyakit tersebut. Untuk itu, perlu dilakukan pemeriksaan dini untuk melakukan pencegahan. Yakni dengan pemeriksaan infeksi visual asetat (IVA).

“ Jumlahnya mencapai 4.889 orang yang terdeteksi. Itu yang diperiksa di puskesmas," sebut Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes dr Mukhibatul Khusnah.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 921 wanita dinyatakan positif menderita kanker serviks. Rata-rata terdeteksi setelah stadium II. Ia mengatakan, gejala kanker  serviks sulit ditemukan. Karena letaknya berada di dalam rahim, banyak penderita yang tidak merasakan tanda-tandanya saat masih stadium awal. Sulit terdeteksi, terangnya.

Sementara itu, Korrdinator Pemeriksaan IVA dan Pap Smear dr. Lukita Hanggraeni RS Petrokimia Gresik menuturkan, salah satu tanda kanker serviks yakni terjadi keputihan yang berbau. Penderita juga kerap mengalami perdarahan di luar siklus haid. Pada stadium kedua, penderita mulai merasakan gejala yang mengganggu. Rasa nyeri bisa muncul ketika berhubungan badan. "Namun, banyak yang mengabaikan. Ketika stadium tiga baru terjadi perdarahan yang hebat," lanjut dia.

Ia menyarankan, bila mengalami gejala tersebut sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit. Tujuannya, untuk menghindari keterlambatan penanganan. Itu sudah titik rawan penderita, ucapnya.

Ia menjelaskan, kanker serviks sejatinya bisa dicegah. Melalui pemeriksaan IVA dan pap smear, tanda-tanda adanya kanker bisa dideteksi. Dengan begitu, penanganan bisa dilakukan sedini mungkin. "Pemeriksaan IVA sudah ada di setiap puskesmas. Kalau pap smear hanya di rumah sakit, bila masih stadium awal bisa tertangani kesembuhannya hingga 100 persen," imbuh dia. (est/rof)

(sb/est/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia