Jumat, 26 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

11 Napi Meninggal Selama 2017

25 Oktober 2017, 10: 09: 01 WIB | editor : Lambertus Hurek

OVERLOAD: Suasana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Sidoarjo.

OVERLOAD: Suasana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Sidoarjo. (VEGA DWI ARISTA/RADAR SIDOARJO)

KOTA–Sebelas narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Sidoarjo meninggal selama 2017. Warga binaan pemasyarakatan tersebut mengidap penyakit kronis dan meninggal di RSUD Sidoarjo.

Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan Lapas Kelas II-A Sidoarjo Rudi Kristiawan mengatakan, 11 napi yang meninggal itu karena mengidap penyakit yang beragam. Rata-rata penyakitnya sudah stadium tinggi sehingga tidak bisa bertahan hidup. “Saat sudah ada keluhan dan dokter di lapas tidak bisa menangani, ya langsung kita rujuk ke RSUD,” katanya, Selasa (24/10).

Rudi mengungkapkan, di Lapas Sidoarjo disediakan lima tenaga kesehatan. Terdiri dari dokter umum, dokter spesialis gigi serta tiga perawat. Mereka menempati klinik yang disediakan di lapas yang sewaktu-waktu digunakan untuk memeriksa napi yang sakit. “Napi yang minta diperiksa langsung dibawa ke klinik untuk menjalani perawatan,” terangnya.

Menurut dia, klinik lapas memberikan pelayanan maksimal terhadap napi maupun tahanan. Para pasien diberikan obat sesuai dengan jenis penyakit yang diderita. Namun, jika dokter tidak bisa menangani, rujukannya langsung ke RSUD. “Jika dirawat di RSUD, ada penjagaan khusus terhadap napi yang bersangkutan,” ucapnya.

Rudi mencontohkan, dalam seminggu terakhir ada dua napi yang meninggal karena sakit. Yakni, Novita Eka meninggal karena depresi berat. Napi kasus penggelapan itu meninggal di RSUD Sidoarjo. Sedangkan napi M Kusrin yang divonis empat tahun karena kasus narkoba meninggal pada Senin (23/10) karena muntah darah. “Penanganan sudah sesuai prosedur. Tidak ada napi yang meninggal di lapas,” pungkasnya. 

(sb/rek/rek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia