Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Gresik

Masyarakat Perlu Hindari PAPS

21 Oktober 2017, 10: 32: 39 WIB | editor : Aries Wahyudianto

Raden Patria Danu

Raden Patria Danu (Esti/Radar Gresik)

Share this      

Masyarakat yang memiliki kartu JKN-KIS Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan baiknya memperhatikan prosedur yang berlaku agar tetap terlayani dengan baik. Sebab, apabila peserta yang berdasarkan indikasi medis masih harus tetap mendapatkan perawatan di Rumah Sakit tetapi peserta tersebut meminta untuk pulang, maka dianggap Pulang Atas Permintaan Sendiri (PAPS).

Bila hal itu terjadi, maka pasien wajib mengisi form yang meyatakan bahwa kepulangan pasien adalah atas permintaan pasien sendiri dan apabila terjadi sesuatu akibat PAPS tersebut maka hal tersebut tidak menjadi tanggungan pihak RS dan BPJS Kesehatan.

"Perlu menjadi perhatian masyarakat agar tidak melakukan PAPS yang akan merugikan peserta tersebut, karena pelayanan kesehatan selanjutnya dengan diagnosa yang sama  tidak dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan," papar Staff Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Gresik Raden Patria Danu.

Meski demikian Peserta yang melakukan PAPS masih menjadi peserta JKN-KIS. Sebab, mereka masih dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan untuk diagnosa lain. "Tetap dilayani dan dijamin, dan rumah sakit tidak akan menolak Peserta yang melakukan PAPS meski dengan diagnosa yang sama. Bedanya hanya mereka tidak dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan. " jelasnya.

Selain itu, peserta yang melakukan PAPS selalu mendapat himbauan terlebih dahulu dari pihak rumah sakit. Menurutnya, pasien memilih pulang paksa karena faktor non medis. "Karena itu, kami kami selalu menghimbau agar selalu mengikuti prosedur. Karena memilih pulang paksa yang tidak sesuai idikasi medis hanya akan merugikan pasien," terangnya.

Hal ini juga dibenarkan, Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Ibnu Sina dr Wiwik Tri Rahayuningsih. Menurutnya, beberapa pasien masih ada yang memaksa pulang meski tak banyak jumlahnya. Banyak faktor yang melatarbelakangi, pasien memilih PAPS.

Ada beberapa yang memaksa pulang karena tidak terima dengan hasil diagnosa, keluarga enggan menunggu dan merawat di rumah sakit hingga pasien yang tidak memiliki keluarga dan  memaksa pulang. "Padahal, entah dia memiliki uang atau tidak, kami tetap melayani. Namun, untuk tindakan medis yang sesuai dengan anjuran dokter dan BPJS Kesehatan harus sesuai prosedur," ungkapnya. (est/rof)

(sb/est/ris/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia