Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Jelang Dibuka, RS Umar Masud Kekurangan Pegawai

20 Oktober 2017, 12: 16: 10 WIB | editor : Aries Wahyudianto

RS Umar Masud

SEPI:Meskipun sudah melakukan rekrutment pegawai, Rumah sakit Umar Masud di Kecamatan Sangkapura kekurangan tenaga medis. (Dok/Radar Gresik)

Share this      

BAWEAN –Menjelang beroperasinya Rumah Sakit (RS) Umar Masud di Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, ternyata masih memiliki kekurangan. Salah satunya, jumlah tenaga medis yang belum mencukupi kuota. Untuk itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik terus melakukan rekrutmen pegawai.

Sesuai rencana, Dinkes akan menambah jumlah tenaga medis di RS Umar Masud sebanyak 44 orang. Sedangkan, untuk dokter spesialis Dinkes masih kesulitan untuk mencari. Saat ini, di RS Umar Masud terdapat 3 orang dokter umum dan dokter gigi sebanyak 1 orang.

“Sejumlah 44 tenaga tersebut, merupakan tenaga non PNS yang akan bertugas di sana. Terkait dokter spesialis, kini masih menggunakan jadwal bergilir dengan dokter spesialis dari RSUD Ibnu Sina Gresik,” terang Kepala Dinas Kesehatan Gresik M. Nurul Dhollam.

Menurutnya, bukan perkara mudah merekrut dokter spesialis untuk ditugaskan langsung di Bawean. Sebab, dokter spesialis memiliki kewenangan membuka tiga titik praktik. Bila ditugaskan di Bawean, maka titik praktik yang dibuka akan terbatas. Selain itu, membutuhkan waktu lebih lama dalam perekrutannya. “Jadi sementara ini, kami akan gunakan dokter spesialis bergantian jadwal dengan RSUD Ibnu Sina,” ungkap dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Rumiyati, menegaskan, untuk tenaga paramedic seperti perawat, bidan, apoteker danlain, diprioritaskan kepada masyarakat Bawean sendiri. Sedang untuk tenaga medis seperti dokter umum dan dokter gigi, dibuka untuk masyarakat umum. “Kini kita masih lakukan seleksi untuk memenuhi kebutuhan tenaga tambahan yang jumlahnya 44, sedangkan ada pemindahan tenaga dari Puskesmas Sangkapura sebesar 12 orang sehingga total ada 56 tenaga  yang ditugaskan di RSUD Umar Mas’ud,” sebutnya.

Ia menambahkan, karena ada pemindahan tenaga, maka Puskesmas kini menjadi puskesmas rawat jalan saja. Sebelumnya, puskesmas iniadalah puskesmas rawat inap. “Karena kebutuhan tenaganya otomatis lebih sedikit,” imbuh dia. (est/rof)

(sb/ris/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia