Rabu, 26 Sep 2018
radarsurabaya
icon featured
Features Gresik
Marak Pasien BPJS Pulang Paksa (2)

Pasien BPJS Ini akan Dianggap Pasien Umum, Membayar Biaya Sendiri

Jumat, 20 Oct 2017 04:00 | editor : Abdul Rozack

Pasien JKN-KIS BPJS banyak yang meminta pulang paksa dari rumah sakit.

MARAK : Pasien JKN-KIS BPJS banyak yang meminta pulang paksa dari rumah sakit. (YUDHI/RADAR GRESIK)

FENOMENA Maraknya Pasien BPJS Pulang Paksa ini pada prakteknya akan sangat merugikan pasien sendiri. “Misal ia sakit Jantung, dan memilih pulang terlebih dahulu, maka bila ia kembali ke rumah sakit dengan diagnosa yang sama yaitu penyakit jantung, maka tetap dilayani namun tanpa BPJS Kesehatan. Dan bila dirinya mengalami diagnosa lain seperti penyakit tifus, baru bisa menggunakan layanan BPJS Kesehatan,” paparnya.

Pasien rawat inap yang pulang atas permintaan sendiri (APS) atau pulang paksa, dianggap sebagai pasien umum. Sehingga, BPJS tidak berkewajiban dalam hal pembiayaan untuk diagnosa yang sama.. “Meski pasien ketika daftar ke Rumah sakit sudah menempuh prosedur sesuai peraturan, si pasien tetap membayar biaya sendiri,” lanjutnya.

Selain itu, beberapa kategori yang bisa dianggap pulang paksa. Diantaranya, pasien yang harus mendapatkan tindakan lanjutan untuk mengatasi penyakitnya, namun pasien tidak mau melanjutkan. Pasien menolak dirujuk ke rumah sakit lain yang memiliki sumber daya yang lebih baik untuk mengatasi penyakitnya. Pasien dengan kondisi yang masih sakit belum stabil, namun memaksa untuk pulang.

“Tapi pengguna BPJS yang terkena APS, status pesertanya masih dalam keadaan aktif. Dalam artian peserta tetap berkewajiban untuk membayar iuan setiap bulannya. Karena mereka tetap tercover BPJS Kesehatan untuk diagnosa lainnya,” terangnya.

(sb/ris/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia