Senin, 09 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Gresik
Inovasi Pelajar Kabupaten Gresik

Lebih Sehat, Bikin Tinta Dari Daun Jambu Biji

06 Oktober 2017, 11: 39: 45 WIB | editor : Aries Wahyudianto

isi ulang tinta dengan daun jambu

INISIATIF: Yulis dan Indri Saat melakukan isi ulang tinta dengan daun jambu biji yang berhasil mereka produksi. (YUDHI/RADAR GRESIK)

Share this      

Para pelajar di Kabupaten Gresik terus menemukan inovasi-inovasi baru. Terbaru, inovasi tinta dari daun jambu biji. Selain lebih sehat, penggunaan tinta dari daun ini tidak berbau dan bebas dari bahan kimia.

Esti Septiani

Wartawan Radar Gresik

INOVASI ini bermula dari adanya keluhan guru sekolah yang pusing karena mencium bau tinda spidol. Setelah diteliti, ternyata spidol tersebut mengandung, Volatile Organic Compound (VOC). Yaitu sejenis senyawa organik yang beracun dan sangat mudah menguap di udara. Penggunaanya sangat bahaya bagi kesehatan, jika dalam jumlah yang tinggi.

“Awalnya kami sering mendengar keluhan dari guru terkait bau tinta yang bikin kepala pusing,” ujar Yulistya Rahma Fitri dan Indriyani, siswi penemu tinta dari daun jambu biji.

Melalui berbagai eksperimen, akhirnya kedua siswa kelas 8 tersebut menemukan kandungan daun jambu biji bisa menggantikan tinta spidol dari bahan kimia. Sehingga bisa menghasilkan tinta yang ramah lingkungan dan tidak berisiko pada gangguan kesehatan.

Menurut dia, kelemahan tinta ini warna yang dihasilkan kurang pekat dan berwarna hitam kecoklatan. “Sebenarnya semua daun bisa, namun yang mempunyai zat pewarna yang lebih tinggi itu jambu biji, jadi kita manfaatkan itu”  terangnya saat mendemosntrasikan penemuannya kemarin.

Dijelaskan, semakin banyak daun jambu yang digunakan, zat pewarna semakin padat dan kental. Selain daun jambu, daun mangga juga bisa digunakan. “Namun kandungan dalam daun mangga tidak seperti daun jambu biji, sudah mencoba beberapa daun seperti daun ciplukan dan mangga yang kita teliti sebelumnya,” lanjut dia.

Selain itu, cara membuatnya juga tidak mudah. Pertama, daun jambu biji dicuci hingga bersih, lalu ditambah air satu liter dan direbus. Setelah larut, 50 gram daun yang direbus tersebut menjadi 250 mililiter dan diambil ekstraknya.

Selanjutnya, dicampur beberapa bahan tambahan seperti paku 5 gram yang berkarat, tepung maizena, dan cuka. “Paku mengandung ion besi, jika bercampur akan menghasilkan senyawa besi tanat, dan menambah warnaya menjadi hitam pekat,” katanya. (*/rof)

(sb/ris/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia