Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal

Produksi Merkuri Ilegal Beromzet Rp 1,2 M Terbongkar

03 Oktober 2017, 06: 30: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

MERKURI ILEGAL: Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin

MERKURI ILEGAL: Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin (tiga dari kanan depan) menunjukkan Sudin tersangka kasus merkuri ilegal beserta barang bukti yang diamankan, di Mapolda Jatim, Senin (2/10). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Unit II Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur membongkar bisnis produksi merkuri atau air raksa ilegal di Dusun Krajan, RT 04 RW 02 Desa Jlodro, Kenduruan, Tuban.

Dari penggerebekan itu, polisi mengamankan satu orang tersangka pemilik usaha ilegal. Dia adalah Sudin, 57, warga Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon. Sebelumnya polisi juga mengamankan beberapa saksi atau karyawan tersangka dan menyita beberapa barang bukti.

Penggerebekan itu bermula dari adanya laporan masyarakat. Kemudian polisi langsung melakukan pengintaian terhadap rumah yang digunakan memproduksi merkuri ilegal itu oleh tersangka bersama karyawannya.

Selanjutnya, Unit II Subdit IV Ditreskrimsus langsung melakukan penggerebekan, Minggu (24/9). Saat itu tersangka tak berkutik saat didatangi polisi. 

“Soal pabrik mercuri ini sudah menjadi perhatian pimpinan. Dan juga sudah rapat sama kemenpolhukam, dan ini ilegal,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, Senin (2/10).

Jenderal polisi bintang dua itu menambahkan bahwa tersangka mendatangkan batu cinabar seberat 9,7 ton itu dari lokasi penambangan di Desa Ihaluhu, Kecamatan Seram, Kabupaten Seram bagian Barat Maluku.

Machfud menerangkan bahwa tersangka menggunakan jalur laut untuk mengirim batu tersebut. Mulanya lewat Surabaya dahulu kemudian dikirim ke Tuban untuk proses pengolahan.

“Mereka memilih Tuban sebagai tujuan karena di sana ada bahan campuran yang mudah didapat yaitu batu gamping. Selain itu, dicampur serbuk besi,” ujar Machfud saat didampingi Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Agus Santoso.

Dijelaskan oleh Machfud, dari hasil pengolahan merkuri itu tersangka mendapat keuntungan dua kali lipat dari modal awal Rp 600 juta, bisa meraup omzet Rp 1,2 miliar.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Jatim Made Sukartha menjelaskan, yang diungkap Polda Jawa Timur ini merupakan kasus baru.“Ini baru kasus pertama kali, dan saya jamin sampai sejauh ini belum ada izin untuk mengolah merkuri di Jatim,” ujar Made di Mapolda Jatim. 

Tersangka Sudin mengaku, bisa memproduksi merkuri itu setelah belajar dari salah satu temanya di Sukabumi, Jawa Barat.“Saya belajar dari Sukabumi dari teman saya. Kemudian saya mencoba produksi di Tuban. Dan sejauh ini produksi saya baru berjalan selama tiga bulan,” aku Sudin.

Dari penggrebekan itu, polisi berhasil menyita barang bukti 80 dus merkuri hasil olahan, 100 kilogram (kg) merkuri dalam ember, 90 buah tabung suling, satu unit mesin penggiling, satu buah timbangan. Selain itu, empat karung batu kapur, 13 karung serbuk besi, 65 karung ampas limbah pembakaran, satu unit hp, satu buah buku rekening, satu gulung plastik, dan satu buah proposal usaha pembakaran batu.

Dalam kasus ini, tersangka melanggar UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, Pasal 161. Ancaman hukumanya maksimal 10 tahun kurungan penjara dan denda Rp 10 miliar.

(sb/rus/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia