Selasa, 20 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Politik

La Nyalla Mundur dari Pencalonan Gubernur PD

Selasa, 03 Oct 2017 00:31 | editor : Abdul Rozack

Bacagub La Nyalla M Mattaliti

MUNDUR: Bacagub La Nyalla M Mattaliti (dua dari kanan) didampingi Gus Ma'sum (kanan) dan Lutfil Hakim (kiri) dari La Nyalla Academia memberikan keterangan pers terkait pengunduran dirinya sebagai bacagub Jatim dari Partai Demokrat, Senin (2/10). (Andy SATRIA/RADAR SURABAYA)

Dibukanya perpanjangan pendaftaran cagub/cawagub di Partai Demokrat langsung memberikan dampak. Salah satunya pada salah satu bakal calon gubernur (bacagub) yang juga mendaftar pada pendaftaran tahap pertama pada Juli lalu. La Nyalla M Mattaliti yang juga ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim menyatakan mengundurkan diri dari penjaringan bacagub partai berlambang bintang mercy tersebut. 

“Dengan kesadaran berlandaskan akal sehat dan tanggung jawab serta komitmen saya untuk masyarakat Jatim, saya mundur dari pencalonan gubernur Jatim dari Partai Demokrat. Ini soal komitmen dan kredibilitas dari sebuah proses politik yang seharusnya transparan, akuntabel, dan amanah,” terang La Nyalla, Senin (2/10).

Menurut dia, langkah yang dilakukan Partai Demokrat tidak memberikan edukasi politik yang baik ke publik. Ini seiring dengan sikap partai yang mengubah-ubah jadwal pendaftaran cagub dan cawagub meski sebelumnya sudah disiarkan secara resmi. 

“Ternyata harapan besar kita bersama untuk mewujudkan politik yang jujur, transparan, dan kredibel tidak sejalan dengan keputusan Partai Demokrat,” jelasnya. Ia pun menilai partai pimpinan SBY itu masih jauh dari nilai-nilai komitmen berpolitik secara sehat.

La Nyalla mengaku menyesali pembukaan perpanjangan pendaftaran di Demokrat tanpa pemberitahuan kepada bakal calon lain yang sebelumnya telah mendaftar. Baginya, ini menyalahi fatsun politik yang seharusnya dipahami oleh elite partai. Dimana publik diberikan suguhan maneuver politik yang tak pantas. 

“Proses politik ini bukan soal menang atau kalah atau kuat-lemah dalam konteks kekuasaan. Tapi, seyogianya proses yang ditunjukkan para elite partai bisa menunjukkan cara berdemokrasi yang beradab. Publik saat ini membutuhkan keteladanan dari elit dan institusi politik,” urainya. Kendati demikian, dia berterima kasih kepada Partai Demokrat yang telah menerima dirinya dengan sangat baik. 

Sementara itu, tersiar kabar bahwa rekomendasi DPP Partai Golkar telah turun untuk Khofifah Indar Parawansa. Hal itu diungkap oleh kordinator bidang pemenangan pemilu Partai Golkar Wilayah Indonesia I (Jawa-Madura). Namun, Ketua Harian DPD Partai Golkar Jatim Freddy Poernomo mengaku belum mengetahui turunnya rekomendasi tersebut. 

(sb/bae/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia