alexametrics
Rabu, 27 May 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Sidoarjo
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Bobol Pin ATM Hanya Butuh 1,5 Jam

Belajar dari Tutorial di Internet

02 Oktober 2017, 08: 37: 20 WIB | editor : Lambertus Hurek

OTODIDAK: Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol M Harris (kanan) menunjukkan barang bukti dan tersangka pembobolan PIN ATM di Mapolresta Sidoarjo, Minggu (1/10). Tersangka mengaku belajar membobol PIN ATM lewat browsing di dunia maya.

OTODIDAK: Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol M Harris (kanan) menunjukkan barang bukti dan tersangka pembobolan PIN ATM di Mapolresta Sidoarjo, Minggu (1/10). Tersangka mengaku belajar membobol PIN ATM lewat browsing di dunia maya. (SURYANTO/RADAR SIDOARJO)

Share this      

KOTA-Riskiadi alias Adit, 21, warga Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kecamatan Sumatera Utara, punya kemampuan di bidang IT. Namun kemampuannya itu digunakannya untuk membobol pin ATM milik rekan kerjanya. Imbasnya, pria yang kos di Kelurahan Pucang Anom, Sidoarjo itu kini dijebloskan bui di Polresta Sidoarjo.

Rekan kerja yang jadi korban itu adalah Lilik Soenarni, 42, warga Krembangan Selatan, Surabaya. Tersangka dan korban sama-sama kerja di PT Cipta Mandiri Harmoni. Sebelumnya, tersangka mencuri ATM milik Lilik Soenarni, lalu ‘menjebol’ pin, dan menguras uangnya Rp 19,2 juta. Untuk mengetahui pin itu, tersangka hanya butuh waktu 1,5 jam.

“Tersangka melakukan aksinya 5 Mei 2017 dan kami ringkus 27 September 2017 di Magelang, Jawa Tengah,” ungkap Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol M Harris, Minggu (1/10).

Pencurian sekaligus pembobolan ATM ini bermula dari tersangka Adit yang suka berselancar di dunia maya. Lalu ia mendapatkan salah satu link mengenai cara mengetahui atau membobol pin ATM, lalu ia pun ingin mempraktikkannya. 

Pada 4 Mei 2017, ia pun mendapatkan kesempatan mencuri ATM. Ceritanya, saat masuk kerja, kebetulan seluruh karyawan mengikuti doa bersama dan briefieng. “Tas karyawan ditaruh depan gudang kantor. Tersangka keluar dari ruangan dan mengambil ATM, kebetulan itu milik korban,” lanjut Muhammad Harris.

Setelah itu, tersangka menuju ke warnet dan mencari tutorial membobol pin ATM yang sebelumnya pernah dilihatnya. Ia membuka video di Instagram pelaku pembobol 217 bank di Israel yang dihukum mati. Ia juga mendownload sebuah aplikasi sesuai tutorial di link yang ia buka.

Singkatnya, setelah ia memasukkan nomor-nomor dan juga berbagai informasi yang dibutuhkan untuk membuka informasi tentang pin ATM ini, lantas tersangka mendapatkan 200 nomor secara acak. Kemudian nomor ini satu per satu terseleksi dengan sendirinya hingga menyisakan 12 nomor yang dibagi dua yaitu 381xxx dan 306xxx. Semua itu hanya dilakukan dalam 1,5 jam.

Dua belas nomor ini salah satunya merupakan nomor pin ATM milik korban ini. “Tersangka akhirnya mencoba ke ATM BCA cabang Sidoarjo. Setelah dicoba, ternyata nomor 318xxx ini adalah pin yang benar,” papar mantan Kapolsek Simokerto ini.

Tersangka yang melihat saldo tabungan korban Rp 19,2 kemudian menghubungi temannya bernama Anang untuk  mentransfer uang Rp 10 juta ke rekeningnya, sedangkan sisanya Rp 9,2 juta diambil tunai. “Setelah itu ia kembali ke kantor dan meminjam kartu ATM Anang dan lantas mengambil uang yang ditransfer tadi. “Anang sempat dijanjikan Rp 1 juta, tetapi ditolak karena tersangka mengaku uang itu hasil penipuan,” katanya.

Setelah mengambil uang tersebut, tersangka mengajak istri dan anaknya ke luar kota. Ia menetap di Magelang, Jawa Tengah. Uang hasil pencurian tersebut digunakan untuk kontrak rumah dan sempat dibelikan variasi sepeda motor. 

Setelah itu, polisi yang mendapat laporan dari korban bahwa uang di rekeningnya hilang melakukan penyelidikan. Hasilnya, dari informasi yang dihimpun, salah satunya dari Anang, ada ketidakberesan pada tersangka. Hal itu, langsung dikembangkan dengan mengecek CCTV ATM yang diduga sebagai tempat tersangka mengambil uang. “Kami mencurigai tersangka setelah melihat rekaman CCTV,” tuturnya.

Polisi langsung mencari keberadaan tersangka saat itu. Hingga diketahui yang bersangkutan bersembunyi di Magelang. Mendapat informasi tersebut, Rabu (27/9), tersangka ditangkap di tempat pelariannya.

Tersangka Adit mengatakan, ia melakukannya karena penasaran mencoba tutorial tersebut. Saat mengambil kartu ATM, ia tidak memilih punya siapa. “Saya hanya bermodal nomor kartu dan namanya. Saya tidak menggunakan alat lain. Saya dapat nomor pin setelah 1,5 jam mengikuti tutorial itu,” ujar Adit sembari menunduk. 

(sb/rek/rek/JPR)

 TOP