Kamis, 19 Jul 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik

PPDB Jalur Offline Masih Dibuka

Jumat, 13 Jul 2018 12:36 | editor : Aries Wahyudianto

Usai pengumuman PPDB SMPN, sekolah swasta mulai diserbu. Namun karena mengisi bangku kosong, PPDB SMPN pun masih dibuka secara offline.

Usai pengumuman PPDB SMPN, sekolah swasta mulai diserbu. Namun karena mengisi bangku kosong, PPDB SMPN pun masih dibuka secara offline. (HANY AKASAH/RADAR GRESIK)

Beberapa sekolah di wilayah Gresik Utara masih kekuarangan pagu. Untuk itu, Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik akhirnya membuka kembali pendaftaran jalur PPDB offline di sekolah yang kekurangan pagu itu.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan (Dispendik) Siti Nur Muslichah mengatakan jika proses penerimaan siswa di beberapa sekolah yang kekurangan pagu itu masih berlangsung. “Iya offline masih dibuka sampai hari Sabtu (14/7) ini,” cetus Muslichah.

Menurut dia, pemenuhan pagu ini seperti yang dilakukan pada tahun sebelumnya. PPDB harus dibuka kembali untuk memenuhi kuota. Namun meski dibuka penambahan secara offline, pagu diragukan untuk terpenuhi. “Pasti nambah, tapi tidak terlalu banyak,” ungkapnya.

Ia menerangkan, biasanya pagu tetap tidak mampu  terpenuhi sampai proses pembelajaran berlangsung. Jika hal itu terjadi, kebijakan yang diambil adalah bangku akan tetap dibiarkan kosong. “Ya biasanya dibiarkan kosong begitu,” ungkap dia.

Beberapa sekolah di Gresik utara memang terdata jumlah siswa yang diterima masih kurang. Sampai pengumuman kemarin, masih banyak bangku kosong yang belum terisi. Di antaranya, SMPN 1 Dukun yang hanya terpenuhi 143, sedangkan kuotanya mencapai 160 siswa. Ada pula SMPN Panceng yang kuotanya 160, namun hanya terisi 58 siswa.

SMPN 2, 3 dan 4 Sidayu juga demikian. Untuk kuota di SMPN 2 Sidayu yang mencapai 98, baru terisi 64 siswa. Di SMPN Sidayu hanya tersisi 43 siswa dari pagu 128 siswa dan SMPN 4 Sidayu baru terisi 50 siswa, dari kuota 98 siswa. Sementara itu dari kuota 128 siswa, SMPN 1 Ujung Pangkah juga baru terisi 122 siswa.

Sementara itu, untuk siswa yang tidak diterima langsung berbondong-bondong ke sekolah swasta. Kepala SMP YIMI Gresik Ahmad Nurhadi menambahkan setiap hari puluhan siswa mendaftarkan diri ke sekolahnya. “Pagu kami 180 siswa, alhamdulillah sudah hampir terpenuhi,” pungkasnya. (han/jee)

(sb/han/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia