Kamis, 19 Jul 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Dua Tersangka Curanmor Didor

Jumat, 13 Jul 2018 10:07 | editor : Aries Wahyudianto

DIAMANKAN: Kasatreskrim AKP Andaru mengamankan kedua tersangka beserta barang bukti di Mapolres Gresik.

DIAMANKAN: Kasatreskrim AKP Andaru mengamankan kedua tersangka beserta barang bukti di Mapolres Gresik. (yudhi/ radar gresik)

GRESIK-Pelarian Wahyudi, 20, warga Desa Indrodelik, Kecamatan Bungah, berakhir. Pelaku pencurian motor itu berhasil diringkus personel Satrekrim Polres Gresik setelah tujuh bulan menjadi buron. Tak hanya itu, polisi juga melubangi kaki kirinya karena tersangka berusaha kabur saat hendak ditangkap.

Informasi yang dihimpun Radar Gresik, pada Januari lalu, Wahyudi melakukan percobaan pencurian bersama Muhammad Rizkillah, 31, warga Jalan Mirah II Perumahan Pondok Permata Suci, Manyar di Jalan Jaksa Agung Suprapto. Namun aksi ini ketahuan dan dari dua orang ini, hanya Rizki yang berhasil diamankan. Rizki sebelumnya sempat babak belur dihajar massa, sedangkan Wahyudi berhasil kabur menggunakan motor Honda CB 150cc.

Namun, hampir tertangkap tidak membuat Wahyudi kapok. Justru dia mencari ”partner” baru untuk beraksi. Ia mengajak Khodir Jailani, 24, yang masih satu desa dengannya, yakni warga Desa Indrodelik, Bungah.

Tetapi ia mengelabui Khodir dengan menawarinya kerja pabrik. ”Pas lagi ngopi malam-malam, di-SMS katanya mau diajak kerja,” kata Khodir di Mapolres, kemarin (12/7).

Karena butuh kerjaan, Khodir menemui Wahyudi. Namun, saat bertemu Wahyudi tidak membahas pekerjaan sama sekali. Khodir justru diajak jalan-jalan. Mereka berboncengan motor Honda CB 150cc yang juga dipakai beraksi di Jalan Jaksa Agung Suprapto.

Wahyudi berkeliling dari Bungah ke daerah Kota. Sampai di Jalan Kapten Dulasim, ada motor Yamaha V-ixion yang diparkir di tepi jalan. Khodir diminta mengambil motor yang diketahui milik Agus Prasetyo itu.

Namun, nyali Khodir sempat ciut. Selama ini, lelaki bertato itu mengaku belum pernah mencuri motor. Tapi setelah dikompori, Khodir mulai berani. Dia nekat menggasak motor berwarna merah itu. ”Tidak pakai (kunci, Red) T. Tapi kabelnya di sambung,” jelasnya, sambil mempraktikkan cara menyalakan motor yang tidak dikunci stang itu.

Aksi mereka berhasil. Wahyudi dan Khodir menjual motor curian tersebut ke seseorang bernama Dwi Prayitno. Uang hasil penjualan motor curian dipakai foya-foya.

Agus Prasetyo, pemilik motor langsung melapor ke Polres Gresik begitu motornya hilang. Anggota Satreskrim langsung menindaklanjuti laporan tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan, identitas pelaku mengarah ke Wahyudi CS yang kebetulan menjadi DPO.

Akhirnya personel Satreskrim berhasil mengamankan Wahyudi, Sabtu (7/7) malam lalu. Dia diringkus di daerah Mojopurogede, Bungah. Mendengar temannya ditangkap polisi, Khodir kabur ke daerah Tuban dan Bojonegoro.

Sayangnya, usahanya sia-sia. Korps berseragam cokelat berhasil melacak tempat persembunyiaannya. Dia pun kemudian diringkus di daerah Bojonegoro, Rabu (11/7) malam.

”Dua-duanya kami berikan tindakan tegas (tembakan di kaki, Red) karena tersangka berusaha kabur,” ujar Kasatreskrim Polres Gresik AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo.

Alumnus Akpol 2009 itu mengatakan ada dua orang penadah yang juga berhasil diamankan. Selain Dwi Prayitno, polisi juga menangkap Anas Mahmudi yang telah menerima motor gelap dari para tersangka.

Berdasarkan hasil penyidikan, kata AKP Andaru, dua tersangka curanmor sudah pernah beraksi di beberapa tempat. Total ada empat tempat kejadian perkara (TKP) yang berhasil terungkap. ”Motor yang dipakai beraksi juga hasil curian,” katanya.

Wahyudi dan Khodir dijebloskan ke sel tahanan. Mereka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian. Mereka terancam hukuman penjara di atas lima tahun. ”Bisa lebih berat karena lebih dari satu orang dan dilakukan lebih dari satu kali,” jelas AKP Andaru.

Sementara itu, Dwi dan Anas dikenakan pasal 480 KUHP tentang penadahan. Mereka terancam hukuman penjara lima tahun. ”Sekarang masih diperiksa,” ungkapnya. (yud/jee)

(sb/yud/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia