Kamis, 19 Jul 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Di Balik Dipeliharanya Buaya Muara di Kelurahan Lumpur

Dulu Panjangnya 50 Centimeter dan Dikira Biawak

Jumat, 13 Jul 2018 10:04 | editor : Aries Wahyudianto

REPTIL: Pon-Pon sebelum dievakuasi oleh petugas BKSDA Jawa Timur.

REPTIL: Pon-Pon sebelum dievakuasi oleh petugas BKSDA Jawa Timur. (yudhi/ radar gresik)

BKSDA Jatim telah mengevakuasi seekor buaya peliharaan milik Andiyas, 55, warga Kelurahan Lumpur, Gresik. Sebelum dipelihara, buaya sepanjang 2,5 meter itu ternyata dikira biawak dan diberi nama Pon-Pon.

ANDIYAS mengatakan buaya seberat 100 kilogram itu berjenis kelamin betina. Ia memberi nama Pon-Pon agar akrab dengan peliharaannya tersebut. Dikatakan, awalnya  buaya muara tersebut tidak merespons ketika ia memanggilnya dengan sebutan Pon-Pon. Namunlama kelamaan, saat diberi makan oleh Andiyas, hewan reptil tersebut terbiasa dengan sebutan Pon-Pon.

"Kenapa saya beri nama Pon-Pon? Karena saya dulu menangkapnya pada pasaran hari Jawa Pon,” ujar Andiyas.

Ia menyatakan nama ini sederhana. Ia memberikan nama itu juga karena terbersit begitu saja. Meski awalnya tak bereaksi setelah diberi nama, akhirnya Pon-Pon merespons juga dengan nama tersebut. Terlebih saat hewan itu dipanggil dan diberi makan. 

Andiyas bercerita bagaimana ia menemukan Pon-Pon. Pria 55 tahun itu menemukannya lima tahun lalu di tambak di sekitar rumahnya. Awalnya ia menyangka buaya kecil berukuran 50 centimeter itu adalah biawak.

“Karena banyak warga mengeluh ikan di tambak banyak yang dimakan biawak. Awalnya saya kira itu biawak. Tapi ekornya berbeda motifnya," ungkap Andiyas.

Setelah Pon-Pon ditangkap, Andiyas membawanya pulang. Ia letakkan Pon-Pon di gentong besar. “Kemudian saya kasih makan ikan kecil-kecil dari tambak," lanjutnya.

Namun lama-kelamaan tubuh Pon-Pon semakin besar. Gentong yang dulu muat sekarang sudah sempit. Andiyas kemudian membuat sebuah kubangan berisi air untuk Pon-Pon tinggal. Sekarang Pon-pon yang sudah sepanjang 2,5 meter dan seberat 100 kg sudah dievakuasi BKSDA karena berpotensi membahayakan warga.(*/jee)

(sb/yud/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia