Kamis, 19 Jul 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Nyelonong Masuk Gedung Dewan, Dua Debt Collector Diamankan Polisi

Kamis, 12 Jul 2018 20:07 | editor : Abdul Rozack

Mata Elang : Kedua Debt Collector saat diminta keterangan terkait kronologis kejadian di Polsek Bubutan.

Mata Elang : Kedua Debt Collector saat diminta keterangan terkait kronologis kejadian di Polsek Bubutan. (YUAN ABADI / RADAR SURABAYA)

Surabaya - Keributan sempat terjadi di Gedung Dewan (DPRD) Propinsi Jatim, Rabu (11/7). Sumbernya, dua orang yang nyelonong masuk ke gedung di Jalan Indrapura, Surabaya tersebut. Belakangan mereka diketahui debt collector (DC) yang hendak menarik unit motor. 

Bermula, saat kedua DC masuk ke dalam gedung dewan sekitar pukul 11.00. Mereka mengendarai motor Vario L 6719 JS. Tiba-tiba nyelonong masuk ke dalam gedung DPRD Jatim.  "Kami semua kaget dan sontak menghentikan laju motor yang dikendarai kedua pria itu," kata Rully Asmianto, Koordinator Keamanan DPRD Jatim di lokasi. 

Setelah dibawa ke pos pengamanan, kedua pria tadi mengaku dari sebuah leasing yang akan menarik unit motor yang dikendarai dua wanita yang menjadi tamu DPRD Jatim.  "Karena ibu-ibu itu tamu kami dan dua pria tadi akan menarik kendaraan di wilayah pengamanan kami, kami akhirnya melaporkan kasus ini ke polisi," beber Rully. 

Tak lama kemudian, dua polisi dari Polsek Bubutan akhirnya tiba di Gedung DPRD Jatim. Selanjutnya langsung membawa kedua pria yang diketahu bernama Hasyim dan Muhammad Aru itu ke Mapolsek Bubutan untuk dimintai keterangan.  Semantara itu, menurut Friska, DC tersebut sudah mengikutinya sejak di Jalan Pahlawanan. Wanita yang tinggal di Jalan Bongangin tersebut mengendarai motor Beat L 5505 MI bersama teman wanitanya. Sejak awal ia mengatakan memang hendak ke DPRD Jatim karena ada urusan. 

"Saya mau ke DPRD Jatim karena ada urusan. Tapi saya dikuntit dari Tugu Pahlawan. Saat saya masuk ke gedung DPRD Jatim, ternyata mereka ikut masuk," aku Friska. 

Meski tidak mendapat penganiayaan, Friska mengaku terus dikuntit oleh dua pria tersebut sejak lama. Sebab, motornya memang menunggak kredit selama 6 bulan.  "Iya mas, memang menunggak (kredit). Dulu sempat saya selesaikan melalui DC, tapi tak kunjung selesai. Ini masih dikejar-kejar," tutup Friska sambil gemetar. (yua/rtn)

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia