Kamis, 19 Jul 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Objek Wisata Baru Dorong Kenaikan Kunjungan Wisman

Kamis, 12 Jul 2018 15:49 | editor : Wijayanto

ilustrasi

ilustrasi (DOK/JPNN)

SURABAYA – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Jawa Timur (Jatim) terus mengalami peningkatan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Hal tersebut disebabkan banyaknya objek wisata baru yang menarik untuk dikunjungi di Jatim.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat, secara umum pola kedatangan wisman ke Jatim selama Januari-Mei 2018 dibandingkan periode yang sama tahun 2016 maupun 2017 mengalami kenaikan. Kepala BPS Jatim Teguh Pramono mengatakan, kunjungan wisman ke Jatim tersebut mulai Januari 2018 mencakup pemegang kartu ijin tinggal terbatas (Kitas) yang masuk melalui Juanda.   

Teguh menjelaskan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Jatim di bulan Mei 2018 mencapai 24.429 kunjungan. Menurutnya, angka tersebut turun sebesar 7,15 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 26.309 kunjungan.

Sedangkan jika dibandingkan dengan bulan yang sama 2017, jumlah wisman yang datang ke Jatim mengalami kenaikan sebesar 19,47 persen dari 20.447 kunjungan. “Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan kunjungan wisman ke Jatim itu mengalami peningkatan setiap tahunnya,” ujarnya.

 Namun, mulai April menunjukkan hasil yang sedikit berbeda, karena 2018 cenderung mengalami penurunan. Menurut Teguh, hal ini menunjukkan perkembangan kunjungan wisatawan perlu diperhatikan, supaya kecenderungan menurun di awal 2018 tidak berlanjut di bulan-bulan berikutnya.

“Selain promosi pariwisata, beberapa hal juga perlu diperhatikan seperti tempat, sarana akomodasi, maupun even-even yang dilakukan oleh instansi terkait yang perlu ditingkatkan lagi,” kata Teguh Pramono, kemarin.

Teguh menambahkan, sepuluh negara asal wisman terbanyak yang mendominasi kunjungan ke Jawa Timur pada Mei 2018 berasal dari Malaysia, Singapura, Tiongkok, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat, India, Jepang, Korea Selatan, dan Hongkong. Sedangkan wisman dari 10 negara tersebut mencakup 38,47 persen dari total kedatangan wisman ke Jatim pada Mei 2018.

“Dari sepuluh negara tersebut, wisatawan mancanegara berkebangsaan Malaysia menempati posisi tertinggi, yakni sebesar 13,56 persen, diikuti Singapura di posisi kedua dan Tiongkok di posisi ketiga berturut-turut mencapai 8,15 persen dan 4,98 persen,” jelasnya.

Menurut Teguh, jumlah kunjungan wisma ke Jatim memberikan dampak terhadap perkembangan jasa akomodasi seperti perhotelan. Teguh menutur, tingkat penghunian kamar (TPK) merupakan salah satu indikator yang dapat mencerminkan tingkat produktivitas usaha jasa akomodasi.

Perkembangan hotel berbintang bulan Mei 2018 sebesar 50,08 persen atau turun 6,35 poin dibandingkan TPK bulan April 2018 sebesar 56,43 persen. “Jika TPK besar dan cenderung mendekati 100 persen, maka dapat diartikan bahwa sebagian besar kamar akomodasi laku terjual. Nah, angka TPK pada bulan Mei 2018 tersebut berarti dari setiap 100 kamar yang disediakan oleh seluruh hotel berbintang yang ada di Provinsi Jawa Timur, setiap malamnya sebanyak 50 hingga 51 kamar diantaranya telah terjual,” pungkasnya. (cin/rud)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia