Sabtu, 21 Jul 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Desak Reklame Bando Sentolang Dibongkar

Senin, 25 Jun 2018 15:45 | editor : Aries Wahyudianto

DESAK : DPRD Gresik meminta Pemkab Gresik segera membongkar reklame yang izinnya sudah kedaluarsa.

DESAK : DPRD Gresik meminta Pemkab Gresik segera membongkar reklame yang izinnya sudah kedaluarsa. (DOK/RADAR GRESIK)

KEBOMAS - Sejumlah anggota DPRD Gresik mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik segera melakukan pembongkaran terhadap reklame bando yang ada di Sentolang. Sebab, izin reklame tersebut dipastikan sudah berakhir.

“Kalau memang izinnya sudah berakhir ya harus segera dibongkar. Mau nunggu apa lagi,” ujar Anggota Komisi I DPRD Gresik Syaichu Busyiri.

Menurut dia, jangan sampai ada upaya untuk memolorkan waktu pembongkaran lantaran ingin menyelesaikan kontrak materi iklan yang ada di dalam reklame tersebut. Sehingga, kalau memang habis izinnya harus segera dibongkar.

“Sudah jelas-jelas izinnya habis bahkan sejak awal tahun lalu, apa lagi yang ditunggu,” terang dia.

Dikatakan, jika memang pemilik reklame tidak mau melakukan pembongkaran Dinas Penanaman Modal –Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Gresik bisa melakukan pembongkaran sendiri.

“Kalau tidak salah ada uang jaminan bongkar yang dititipkan saat mengajukan izin. Ini bisa digunakan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Perizinan Tata Ruang, Bangunan dan Lingkungan DPM-PTSP Kabupaten Gresik Johar Gunawan mengatakan untuk reklame bando di Sentolang sudah di SP 1 pada akhir Maret lalu. “Kemudian, pada akhir April lalu kami juga sudah mengirimkan SP 2 agar pemilik melakukan pembongkaran sendiri,” ujarnya, kemarin.

Menurut dia, hingga awal Juni ini memang dari pemilik belum ada inisiatif untuk melakukan pembongkaran. Makanya, dalam waktu dekat pihaknya bakal mengirimkan kembali SP 3 kepada pemilik reklame. “Iya, dalam waktu dekat akan kami kirim SP 3 dan ini merupakan peringatan terakhir,” ungkap dia.

Dikatakan, jika dalam jangka waktu yang telah ditentukan usai SP 3 dikeluarkan belum juga dilakukan pembongkaran. Maka, pihaknya akan melakukan pembongkaran sendiri terhadap reklame tersebut. “Pasti, setelah itu akan kami lakukan pembongkaran sendiri karena batas peringatan sudah habis,” kata dia. (rof/ris)

(sb/rof/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia