Sabtu, 21 Jul 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Sidoarjo

Raup Untung dari Tren Mendaki Gunung

Minggu, 24 Jun 2018 21:14 | editor : Lambertus Hurek

Berbagai tas untuk pendaki gunung.

Berbagai tas untuk pendaki gunung. (Mus Purmadani/Radar Sidoarjo)

Tren mendaki gunung pada 2018 masih cukup tenar. Mendaki gunung kini tidak hanya sebagai hobi, tapi juga bisa dijadikan sebagai peluang bisnis. Salah satunya dengan membuka usaha penjualan maupun penyewaan perlengkapan mendaki. 

Seperti salah satu toko perlengkapan mendaki yang terletak di Jalan raya Gedangan. Hampir setiap minggu, toko ini selalu ramai dikunjungi para pecinta alam. Berbagai perlengkapan mendaki seperti sleeping bag, nesting, tas carrier, sepatu, dan kemeja flanel banyak dipajang. 

Pengunjung tidak hanya bisa membeli tapi juga bisa menyewa. “Ada yang membeli, tapi kebanyakan yang menyewa,” ujar pemilik toko Muchlis Fabriyanto.

Pria 33 tahun ini mengaku mulai mendirikan usaha perlengkapan mendaki sejak tiga tahun yang lalu. Awalnya Muchlis memang hobi naik gunung. “Karena melihat perlengkapan ini banyak peminatnya dan saya lihat ada juga yang menyewakan, akhirnya saya mulai melihat peluang bisnis ini,” katanya.

Berbekal modal sekitar Rp 50 juta, dia mulai membuka usaha di tempat tinggalnya. Hasilnya lumayan. Untuk penjualan, dalam satu bulan dia mampu mendapat omzet sekitar Rp 10 hingga Rp 15 juta Rupiah. “Untuk persewaan dalam sebulan sekitar Rp 5 juta,” jelasnya.

Untuk persewaan, Muchlis biasanya akan meminta identitas penyewa yang masih aktif sebagai jaminan. Harga yang dibandrol mulai Rp 10 ribu hingga Rp 25 ribu per harinya, tergantung barang yang disewa. “Minimal sewa dua hari,” pungkasnya. (mus/nis)

(sb/mus/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia