Jumat, 20 Jul 2018
radarsurabaya
icon featured
Kota Lama
Kawasan Perdagangan Internasional Jln Niaga (7)

Kejayaannya Berakhir di Era Tahun 1980-an

Jumat, 22 Jun 2018 17:01 | editor : Wijayanto

SISA KEJAYAAN: Tidak hanya pertokoan, di kawasan Jalan Niaga juga berdiri hotel yang kala itu dianggap mendukung aktivitas perdagangan di sana. Namun pada tahun 1980-an kejayaan kawasan tersebut berakhir.

SISA KEJAYAAN: Tidak hanya pertokoan, di kawasan Jalan Niaga juga berdiri hotel yang kala itu dianggap mendukung aktivitas perdagangan di sana. Namun pada tahun 1980-an kejayaan kawasan tersebut berakhir. (VEGA DWI ARISTA/RADAR SURABAYA)

Sudah puluhan tahun kawasan Jalan Niaga jadi kiblat perdagangan dan industri. Namun, di tengah kedigdayaan pusat perekonomian kelas atas tersebut, akhirnya runtuh juga.

VEGA DWI ARISTA-Wartawan Radar Surabaya 

Setelah kemerdekaan sebenarnya kawasan Jalan Niaga masih jadi prioritas bagi para saudagar kelas atas untuk bertransaksi. Namun, di tengah sulitnya perekonomian dan gonjang ganjing peralihan pemerintahan pergeseran mulai terjadi.

Ya, sekitar tahun 1980-an pergeseran transaksi perdagangan tidak hanya vital di kawasan Jalan Niaga. Di kawasan utara tersebut tidak lagi jadi cermin bagi para saudagar kelas atas untuk berbisnis. Justru peralihan transaksi bergeser ke arah selatan, timur dan barat.

"Perubahan politik juga mempengaruhi para saudagar bergeser ke perdagangan menengah ke bawah," kata Director Surabaya Heritage Society Freddy H Istanto kepada Radar Surabaya.

Menurutnya, kawasan Jalan Niaga telah ditinggalkan para saudagar berkantong tebal. Hal itulah yang membuat kawasan Niaga tidak jadi sentral perekonomian. "Tingginya nilai uang membuat saudagar yang mulai kebingungan pindah dari Niaga," jelasnya.

Meski demikian, hal tersebut tidak sepenuhnya membuat kawasan Niaga mati. Beberapa saudagar masih memilih bertahan menggunakan fasilitas dan infrastruktur yang ada. "Tapi tidak seramai biasanya dan lama kelamaan memang benar-benar sepi," ujarnya.

Kini, kawasan Jalan Niaga tetap dikenang menjadi salah satu tempat bersejarah yang pernah jadi sentral industri dan perdagangan di Surabaya. Bergesernya transaksi para saudagar meninggalkan kenangan positif bagi kawasan itu, khusus pebisnis kelas internasional. (*/nur)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia