Sabtu, 21 Jul 2018
radarsurabaya
icon featured
Events

Festival Balon Udara Jadi Agenda Tahunan Wonosobo

Kamis, 21 Jun 2018 08:20 | editor : Abdul Rozack

Acara Tahunan: Dirjen Perhubungan Udara  Agus Santoso menyaksikan Java Balloon Festival 2018 di Kabupaten Wonosobo.

Acara Tahunan: Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso menyaksikan Java Balloon Festival 2018 di Kabupaten Wonosobo. (ISTIMEWA)

WONOSOBO – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan bekerjasaama dengan AirNav Indonesia dan Pemda Wonosobo menyelenggarakan Java Balloon Festival 2018 di lapangan Geodipa, Wonosobo, Selasa (19/6). Acara tersebut akan dijadikan agenda tahunan, sekaligus untuk meningkatkan pariwisata Wonosobo.

Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagio menyatakan rasa bangganya kepada masyarakat Wonosobo yang telah berpartisipasi dalam Java Balloon Festival 2018 yang diikuti oleh 104 grup balon udara. “Melihat antusiasnya peserta festival balon udara, pemda Wonosobo akan menyelenggarakan kegiatan ini minimal 2 kali dalam setahun,” kataWabup.

Ungkapan senada disampaikan oleh Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso. Pemerintah pusat mendukung kegiatan Pemda Wonosobo yang akan menjadikan festival balon udara ini menjadi agenda tahunan pemda. “Acara ini sangat positif, inspiratif dan merupakan tradisi tahunan yang dapat menjadi daya tarik pariwisata,” kata Agus.

Namun karena acara ini dapat membahayakan penerbangan maka penyelengggaraannya harus diatur. Karena jika balon udara di lepas begitu saja sangat membahayakan keselamatan penerbangan, karena pesawat dapat menabrak atau tertabrak balon-balon udara tersebut.

Karenanya pemerintah akan menindak tegas setiap orang dengan sengaja menerbangkan atau mengoperasikan pesawat udara yang membahayakan keselamatan pesawat udara dengan ancaman pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). Hal tersebut sesuai yang termuat pada peraturan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan Pasal 411.

PM Nomor 40 Tahun 2018 Tentang Penggunaan Balon Udara Pada Kegiatan Budaya Masyarakat telah diatur agar masyarakat tidak menerbangkan balon udara tanpa kendali apalagi sampai tembus ke angkasa.“Yang terjadi saat ini bahkan sudah menembus level cruisealtitude (ketinggian jelajah pesawat terbang) di 10.000 meter dari permukaan laut. Ini jelas merupakan tindakan melanggar aturan. Maksimum menerbangkan balon itu 150 meter dan itupun tidak dilakukan pada area airport,” ujar Agus. 

Direktur Utama Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia, Novie Riyanto mengatakan gangguan balon tersebut sangat signifikan untuk keselamatan penerbangan. Apalagi jika ukurannya besar dan tinggi.

Menurut Novie, dari data yang terkumpul setelah hari raya lebaran,keberadaan balon udara yang dilepas telah dikomplain oleh 71 pilot yang berasal dari domestik dan Internasional. Padahal saat itu trafficsedang padat sehingga pesawat tidak bisa melewati rute-rute biasanya  tapi harus melambung menghindari balon-balon tersebut. 

Bisa dibayangkan kalau balon ini terbang di ketinggian 35.000 kaki dimana pesawat itu cruising di Pulau Jawa dimana jalur tersebut merupakan jalur penerbangan paling padat ke-5 di dunia. Bahkan balon-balon udara yang dilepas dan tidak terkendali, terbangmya bisa sampai ke Samudera Hindia.

Kita tidak melarang tradisi.Hobimasyarakat menerbangkan balon tetap dapat tersalurkan dengan tidak mengganggu kepentingan orang lain dengan cara ditambatkan supaya terkendali. Selain itu Airnav Indonesia juga akan mengeluarkan Notice To Airmen (Notam) kepada seluruh pesawat udara sehingga pesawat udara akan tahu kalau di daerah tersebut ada balon dengan ketinggian yang sudah kita kendalikan. (pur/nug)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia