Sabtu, 21 Jul 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Dibawa Mudik ke Madura, Pasutri Ini Kompak Curi Motor Tetangga Kos

Senin, 18 Jun 2018 21:26 | editor : Abdul Rozack

BERDUA: Pasangan suami istri Fawaid dan Rohimah saat diamankan di Polsek Sukomanunggal.

BERDUA: Pasangan suami istri Fawaid dan Rohimah saat diamankan di Polsek Sukomanunggal. (istimewa)

SURABAYA  – Inilah pasangan suami istri (pasutri) ini yang menunjukkan cinta sejati. Betapa tidak demikian, keduanya selalu berdua meski ke penjara sekalipun. Fawaid,33, dan Rohimah,18, keduanya hidup berdua di kos Jalan Simorejo Timur I/9 Surabaya. Dan akhirnya menjalani hidup di penjara berdua pula. Itu setelah keduanya bersekongkol melakukan pencurian kendaraan bermotor. 

Pasutri yang kini mendekam di Mapolsek Sukomanunggal ini ditangkap pada Rabu (13/5) lalu. Mereka ditangkap sehari setelah mencuri motor Yamaha Mio dengan nopol L 3249 FU yang tak lain adalah milik tetangga kosnya. Pasutri ini ditangkap saat hendak mudik ke kota asal mereka, Sampang, Madura.  “Saat itu, kedua pasutri ini sedang mengendarai motor korban untuk mudik lebaran,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Sukomanunggal, Iptu Misidianto, Senin (18/6). 

Misdianto menjelaskan dalam menjalankan aksinya, pasutri ini sengaja menyewa sebuah kos untuk ditinggali sementara. Kemudian mereka mengincar motor milik penghuni kos.  Keduanya menunggu waktu yang tepat untuk beraksi. “Mereka beraksi usai salat subuh, tepatnya saat korban sedang terlelap,” terangnya.

Tersangka Fawaid merusak kunci motor korban dengan kunci T. meski sudah dikunci stang, namun bukan menjadi penghalang. Sementara istrinya bertugas mengawasi situasi.  “Setelah berhasil mereka pun segera meninggalkan lokasi kos tersebut,” imbuhnya.  

Sedangka korban baru mengetahui motornya hilang setelah ia bangun untuk berangkat bekerja. Korban langsung melaporkan kasus ini ke polisi. 

“Setelah mendapatkan laporan itu, kami segera melakukan olah TKP. Berdasarkan keterangan korban jika pelakunya adalah pasutri yang tinggal di kamar sebelah kosnya. Selain itu, kami juga menemukan bukti lain yakni rekaman CCTV yang merekam aksi tersangka,” terangnya.

Dengan perunjuk tersebut, polisi dengan mudah mengidentifikasi pasutri tersebut. Segera mereka pun segera diringkus dengan sejumlah barang bukti yakni motor milik korban, kunci T, pakaian yang mereka gunakan saat beraksi.  “Setelah kami periksa, mereka mengaku baru sekali beraksi,” paparnya. 

Menurut Fawaid, aksi yang dilakukan terpaksa sebab saat itu mereka tak punya uang untuk merayakan lebaran di kampung halamannya.  Rencananya motor tersebut akan dijual.  “Namun kami masih dalami keterangan mereka, sebab kami menduga jika keduanya sering beraksi,” tendas Misdianto. (yua/rtn) 

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia