Jumat, 20 Jul 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Diorder Offline Sebesar 300 Ribu, Motor Ojol Ternyata Dibawa Kabur

Sabtu, 16 Jun 2018 04:45 | editor : Abdul Rozack

ilustrasi

ilustrasi (grafis: Gilang)

SURABAYA - Waspada untu driver ojek online (ojol) yang biasa menerima penumpang secara offline. Sebab bisa jadi orang yang memesan jasa tersebut merupakan pelaku perampasan.
Hal ini seperti yang dialami dua ojol. Motor korban dibawa kabur setelah mengantarkan penumpang yang meng-order secara offline. Mereka adalah Sugeng Riyanto, 42, dan Sumarsono,44.
Kedua ojol ini masing-masing merupakan warga, Desa Deyeng, Ringinrejo, Kediri yang tinggal di Waru, Sidoarjo dan warga Kendangsari Gang 2/9 Kendangsari, Tenggilis Mejoyo, Surabaya. Keduanya menjadi korban perampasan motor dengan modus yang sama.

Berdasarkan data yang dihimpun dua aksi perampasan yang menimpa dua driver ojol tersebut terjadi pada awal Juni lalu. Pertama yang menjadi korban adalah Sugeng. Saat dirinya sedang mangkal di kawasan Waru Sidoarjo. Kemudian didatangi oleh pelaku dan memintanya untuk mengantarkan pelaku mencari alamat di kawasan Sidoarjo.
Pelaku mem-booking Sugeng seharian dengan tarif Rp 300 ribu. Namun untuk membuat korban terlena, pelaku memberikan uang lebih yakni Rp 400 ribu jika korban mau di-booking untuk mencari alamat. Korban pun tak keberatan dan mengantarkan pelaku ke Sidoarjo.

Kemudian pada keesokan harinya, pelaku kembali menghubungi korban dengan modus yang sama. Namun kali ini pelaku meminta korban untuk mengantarkan ke rute yang berbeda yakni di Jalan KBS hingga ke Tanjungsadari.
“Kemudian tepatnya di depan minimarket Jalan Tanjung Sadari, pelaku meminjam motor saya dengan alasan untuk mengambil uang. Saya diminta menunggu di minimarket tersebut,” ungkap Sugeng.
 Namun setelah ditunggu beberapa saat, pelaku yang membawa motornya Honda Beat Biru Putih bernopol AG 3882 HD tak kunjung datang. Saat itulah ia sadar jika pelaku sudah membawa kabur motornya. Sebab nomor pelaku yang digunakan untuk menghubunginya juga sudah tak aktif.

“Saya pun melaporkan kasus ini ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak,” terangnya.
Selain Sugeng, korban dari modus tersebut adalah Sumarsono. Motor Honda Vario dengan nopol L 2530 GU miliknya juga amblas setelah dibawa kabur oleh pelaku yang diduga membawa kabur motor milik Sugeng.
Modusnya sama, pelaku menggunakan jasa Sumarsono dan dibayar lebih atas jasanya. Kemudian keesokan harinya ia dihubungi kembali oleh pelaku untuk mengantarkan ke sejumlah tempat dengan iming-iming bayaran yang sama.
Hari pertama Sumarsono diajak berkeliling dari sebuah warkop di kawasan Kutisari hingga ke Bungurasih. Kemudian hari kedua, pelaku mengajak korban ke kawasan Menanggal, Tropodo hingga di kawasan BRI Rajawali. 
“Kemudin pelaku meminjam motor saya dengan alasan untuk membeli rokok, namun beberapa jam pelaku tak kembali,” papar Sumarsono.

Sementara itu, saat dikonformasi, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Tinton Yudha Riambodo membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya juga sudah menerima laporan dari korban. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus penipuan atau perampasan itu.
“Memang ada kejadian itu, saat ini tim sedang melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelakunya,” ungkapnya.
Tinton mengatakan berdasarkan keterangan saksi korban dan analisa dua kejadian itu, dugaan kuat jika pelakunya merupakan satu komplotan. Hal itu merupakan informasi penting untuk modal tim bekerja.
“Doakan semoga kami segera menangkap pelakunya,” tandas Tinton. (yua/rud) 

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia