Sabtu, 21 Jul 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Bandar Togel Bulak Rukem Saling Cokot

Rabu, 13 Jun 2018 15:39 | editor : Abdul Rozack

Digulung : Kanit Reskrim Polsek Kenjeran AKP Yudho (kiri)  menunjukkan barang bukti judi rekapan togel bersama kedua tersangka.

Digulung : Kanit Reskrim Polsek Kenjeran AKP Yudho (kiri) menunjukkan barang bukti judi rekapan togel bersama kedua tersangka. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Bulan Ramadan tak membuat dua pria ini menghentikan bisnis togelnya. Akibatnya Arif,18, dan Basuk, 49, warga Jalan Bulak Rukem Timur I, Bulak, Surabaya digelandang ke Petugas Mapolsek Kenjeran.

Kanit Reskrim Polsek Kenjeran AKP Yudho menuturkan, penangkapan dua pria perekap togel bermula dari laporan masyarakat adanya praktik judi togel yang meresahkan. Dari laporan tersebut polisi langsung melakukan pemantauan. ”Pertama kami menangkap Arif, yang sedang cangkruk di Jalan Bulak Rukem Timur Gang Sahabat depan rumah No.41,” beber AKP Yudho, Selasa (12/6)

Dari tangan Arif, polisi menyita satu unit handphone dan lembaran kertas berisi rekapan togel. Saat ditangkap, Arif mengaku hanya menjadi perantara pesanan nomor togel. ”Arif mengaku menyerahkan pesanan nomor togel yang didapatkannya kepada Basuki,” imbuh Yudho.

Berberkal dari pengakuan Arif tersebut, polisi langsung mengkeler Arif menuju tempat kerja Basuki. Arif sempat menolak untuk menunjukkan tempat keberadaan Basuki. Namun setelah diintrogasi secara mendalam, akhirnya Arif mau mengantarkan ke tempat Basuki.

”Basuki ditahan di tempat kerjanya sebagai karyawan meubel di Jalan Kyai Tambak Deres No.22, Bulak, Surabaya,” ujar Yudho.

Basuki pun tak berkutik setelah polisi datang bersamaan dengan Arif. Dari tangan Basuki, polisi menyita satu unit handphone yang berisi nomor tombokan togel dan uang sisa pesanan togel Rp 15 ribu. Selanjutnya kedua pria tersebut langsung digelandang ke Mapolsek Kenjeran untuk penyidikan lebih lanjut.

Arif juga sempat mengaku dirinya mendapat komisi 10% dari penjualan togel. Arif nekat melakoni bisnis haram tersebut karena tidak memiliki pekerjaan untuk bisa makan. ”Saya juga dapet tip dari pembeli yang nomornya tembus,” ucap Arif saat ditemui di Mapolsek Kenjeran.

Kini kedua pria satu gang ini dijerat dengan pasal 303 KUHP tentang perjudian. (son/rtn) 

(sb/son/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia