Minggu, 22 Jul 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

3 dari 5, Polisi Kembali Tengkap Pelaku Pembunuhan Agung di Apartemen

Selasa, 12 Jun 2018 22:24 | editor : Abdul Rozack

TITIK TERANG: Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menunjukkan barang bukti dan foto tersangka kasus pembunuhan yang masih buron di Mapolr

TITIK TERANG: Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menunjukkan barang bukti dan foto tersangka kasus pembunuhan yang masih buron di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (12/6). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Surabaya - Pengejaran terhadap pelaku pembunuhan Agung Pribadi kembali membuahkan hasil. Setelah dua pelaku ditangkap, Supandi dan Imam Syafii, tim Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya kembali meringkus satu pelaku lain. Dialah  Rian Hidayat,24, warga Jalan Pagesangan Timur, Surabaya. Dengan demikian sudah ada tiga dari lima pelaku pembunuhan yang diamankan polisi. 

Penangkapan Riyan dilakukan di Desa Omben Selarom, Sampang, Madura pada Selasa (12/6). Tukang service AC ini diringkus saat bersembunyi di rumah neneknya. Pengejaran ke Madura dilakukan setelah polisi mengecek tersangka Riyan di rumahnya di Pagesangan, namun berdasarkan informasi dari orang sekitar rumahnya, Riyan kabur ke Madura. "Setalah kami telisik, kami menemukan lokasi atau rumah persembunyian tersangka," ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, Selasa (12/6). 

Sudamiran mengatakan Riyan diburu setelah diduga terlibat dalam pembunuhan Agung Pribadi. "Tersangka mengakui jika ia hanya membantu RH (Otak pembunuhan,red) untuk beraksi," terangnya.

Dari pembunuhan itu, Riyan sendiri bertugas memegang kaki korban saat tersangka Imam memukul kepala korban dengan besi. Selain itu, Riyanlah yang membelikan sejumlah peralatan untuk melakukan pembunuhan itu. Seperti alat pel, pemukul hingga menyediakan sepeda motor untuk para pelaku.  "Tersangka juga orang yang menyeret mayat korban ke kamar mandi dan membersihkan darah yang berceceran di lantai," imbuhnya. 

Kepada polisi Riyan awalnya tak tahu jika diminta datang RH untuk melakukan pembunuhan di apartemen, Mulyorejo. Ia mengku hanya diajak RH untuk mengisap SS bersama.  "Saya hanya diajak mengisap SS saja, kalau yang lain seperti pembunuhan spontan saja membantu RH," ungkap Riyan. 

Dia pun mengaku sama sekali tak dibayar untuk membantu pembunuhan itu. Sebab setelah membunuh Agung, dia langsung kabur dan selama itu tak lagi berkomunikasi dengan pelaku HR. 

Sudamiran menjelaskan masih ada dua tersangka lain yang masih buron yakni HR dan kekasihnya EV.  Polisi menghimbau untuk tersangka RH dan EV agar segera menyerahkan diri. “Sebab kami tak segan-segan melakun tindakan tegas terukur," tegas Sudamiran. 

Seperti yang diketahui sebelumnya, kasus pembunuhan yang menewaskan Agung terjadi pads 28 Mei lalu. Mayat Agung ditemukan tewas bersimbah darah di kamar mandi kamar 1707 apartemen di Surabaya Timur. Belakangan Agung tewas ditangan lima orang pelaku. Motifnya adalah utang piutang bisnis SS dan juga cemburu buta salah satu pelaku kepada korban. (yua/rtn)

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia