Minggu, 22 Jul 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Giatkan Patroli, Cegah Pembobolan Rumah yang Ditinggal Mudik

Selasa, 12 Jun 2018 05:00 | editor : Abdul Rozack

SIGAP: Sejumlah petugas Respati Polrestabes Surabaya siap diturunkan dalam pengamanan Lebaran.

SIGAP: Sejumlah petugas Respati Polrestabes Surabaya siap diturunkan dalam pengamanan Lebaran. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA  - Salah satu kejahatan yang biasa muncul saat mudik tiba adalah pembobolan rumah. Sebab pada saat mudik, pelaku memanfaatkan rumah yang kosong untuk beraksi. Untuk mengantisipasi hal itu, polisi akan menggiatkan patroli kawasan, khususnya di perumahan. 

 Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sudamiran mengatakan untuk meningkatkan keamanan tersebut, pihaknya sudah menyiapkan personil untuk melakukan patroli, selain polisi berseragam, pengawasan polisi berpakaian preman juga akan dilakukan. 

 "Patroli ini nantinya akan kami lakukan menyeluruh di sejumlah perumahan di kawasan Surabaya, hanya saja setiap hari patroli akan dilakukan secara acak," ungkap Sudamiran

 Sudamiran menyampaikan selain melakukan patroli, pihaknya juga sudah meminta personel jajaran untuk memberikan imbauan Kambtibmas kepada RT atau RW yang ada di komplek perumahan yang ditinggal mudik. Hal ini dilakukan agar mereka juga turut aktif menjaga lingkungannya masing-masing dan melaporkan jika nantinya ada kasus-kasus menonjol, seperti tindak pencurian dan lain-lain. 

"Selain itu kami juga sudah melakukan pemetaan sejumlah kawasan yang kami anggap rawan terjadi pencurian rumah kosong," jelasnya. 

Pola patroli yang dilakukan nantinya akan dibagi setiap rayon, setiap rayon akan mewakili beberapa kecamatan untuk dilakukan pengamatan dan pengawasan. Pembagian ini dilakukan agar polisi bisa bertindak cepat jika terjadi aksi tindak kriminalitas dan sebisa mungkin bisa diantisipasi.

“Selain itu, pemilik rumah juga harus berusaha atau memaksimalkan keamanan rumahnya saat ditinggal mudik. Sebisa mungkin jangan sampai ada celah bagi para pencuri untuk bisa masuk ke dalam rumah,” ujarnya. 

Menurut Sudamiran, sebelum meninggalkan rumah, pastikan barang berharga dalam kondisi aman atau jangan sampai meninggalkan barang berharga seperti uang dan perhiasan di rumah. “Lebih baik titipkan kepada saudara atau orang yang bisa dipercaya untuk menjaga barang-barang tersebut, jika perlu titipkan barang berharga dan dokumen penting lainnya kepada kami,” tegasnya.  

Selain itu, kunci semua akses masuk dengan kunci ganda atau kunci yang tidak mudah di rusak. Bahkan bila perlu pasrahkan rumah kepada ketua RT setempat agar bisa dilakukan pengecekan. (yua/rud)

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia