Minggu, 22 Jul 2018
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya

Lestarikan Permainan Tradisional dengan Membuat Kincir Angin

Senin, 21 May 2018 16:08 | editor : Wijayanto

MUDAH KOK: Mirah Maretasari (tengah) bersama anak-anak memperlihatkan kincir angin buatan mereka, Minggu (20/5).

MUDAH KOK: Mirah Maretasari (tengah) bersama anak-anak memperlihatkan kincir angin buatan mereka, Minggu (20/5). (GINANJAR/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Walaupun kini gadget dan permainan modern lebih mendominasi, tapi masih ada sebagian anak-anak yang tetap memainkan, bahkan emmbuat sendiri mainan tradisional. Seperti segerombolan anak-anak di halaman salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Surabaya Utara ini. Mereka terlihat asyik sedang membuat maianan kincir angin.

Mirah Maretasari, terlihat sibuk mempraktekkan membuat kincir angin dari bahan plastik berwarna biru dan merah dan dirangkai menjadi sebuah mainan sederhana. Ia beralasan, bahwa kincir angin selain mudah, namun juga digemari oleh kalangan anak-anak.

“Kami dari Komunitas Kampoeng Dolanan ingin mengembangkan kreativitas mereka dalam membuat mainan tradisional, sekaligus melestarikannya,” ujar Mirah, Minggu (20/5).

Dalam pembutannya, Mirah dengan telaten mengajari satu per satu anak-anak yang penasaran ingin membuat kincir angin. Pembutannya pun cukup mudah, sebatang kawat yang dilapisi oleh sedotan plastik dan unjungnya dibengkokan untuk dudukan kincirnya.

Sekitar lima anak tersebut dengan semangat membuat kincir angin. Salah satunya yakni Ananda Rahma Amalia. Ia tampak lihai mempraktekkan menurut instruksi dari Mirah. Alhasil Ananda berhasil membuat kincir angin hasil dari karyanya sendiri. Ia juga tidak merasa kesulitan saat membuat permainan tradisional tersebut.

“Mudah kok buatnya, Cuma nempelkan plastik yang warna biru sama merah ini. Jadi tinggal di pasang saja dan di gabung menjadi satu,” ujar Ananda. (gin/nur)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia