Minggu, 22 Jul 2018
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Revitalisasi Jalan Gajah Mada Jadi Kota Lama

Jumat, 18 May 2018 18:29 | editor : Lambertus Hurek

Kawasan Jalan Gajah Mada Sidoarjo

Kawasan Jalan Gajah Mada Sidoarjo

SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO

 Rencana Pemkab Sidoarjo untuk menghidupkan kembali kota lama di Jalan Gajah Mada dirancang lagi. Lokasi tersebut dipilih karena nilai sejarahnya tinggi. Di jalan itu dulunya perkembangan Sidoarjo bermula. Selain itu, kini masih terdapat bangunan-bangunan kuno.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sidoarjo Agoes Boedi Tjahjono mengatakan, pihaknya saat ini sedang merancang revitalisasi Jalan Gajah Mada. Pemkab sudah menyusun Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) jalan itu.

“Sama seperti sebelumnya, kawasan tersebut akan dijadikan sebagai kota lama,” katanya.

Ada beberapa langkah yang disiapkan Pemkab. Pertama adalah memetakan pusat kota lama. Setelah ditentukan, pembangunan berjalan dari titik tersebut dan berkembang ke seluruh kawasan.

Agoes menjelaskan, pusat kota lama berada di Masjid Al Abror. Masjid tersebut menjadi awal mula persebaran Islam di kawasan Gajah Mada. ”Sehingga kemudian terbentuk kampung-kampung,” ujarnya.

Setelah pusat kota lama ditentukan, langkah selanjutnya adalah pengembangan cagar budaya. Bangunan kuno masih banyak ditemukan di Jalan Gajah Mada dan sekitarnya. Seperti di Jalan Hang Tuah dan Sisingamangaraja.

Pemkab pun akan memperbaiki bangunan-bangunan kuno tersebut. "Nanti akan kami koordinasikan dengan pemiliknya," imbuhnya.

Langkah revitalisasi yang akan dilakukan Pemkab selanjutnya adalah objek wisata. Sebab di kompleks kota tua juga terdapat perajin batik tulis yang dikenal dengan kampung batik Jetis. Untuk mengingat perkembangan batik khas Sidoarjo di Jetis, Pemkab membangun sebuah monumen batik.

Agoes melanjutkan, kota tua Sidoarjo nantinya akan dijadikan sebagai destinasi wisata. Para wisatawan akan diperkenalkan dengan Sidoarjo lama, mulai dari bangunan-bangunan kuno dan wisata membatik.

Untuk mengembalikan wajah kota lama, pemkab perlu menata ulang kawasan tersebut, seperti penataan pedagang. Jalan Gajah Mada tidak pernah sepi dari PKL yang menempati pedestrian. Selain itu membangun kantung parkir karena selama ini yang ada parkir tepi jalan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sigit Setyawan menuturkan, ada beberapa pekerjaan fisik di Jalan Gajah Mada. Tahun lalu pihaknya sudah membenahi jalur pejalan kaki. ”Kegiatan itu berjanjut tahun ini,” paparnya.

Penataan PKL juga dilakukan. Untuk menertibkan pedagang, Pemkab membangun sentra PKL. Bangunan itu dibangun di bekas lahan sekolah Tionghoa. Diperkirakan akhir tahun ini, bangunan itu tuntas dikerjakan. Sigit mengatakan sentra PKL itu bisa menampung sekitar 300 pedagang. (nis/jee)

(sb/nis/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia