Senin, 23 Jul 2018
radarsurabaya
icon featured
Sportainment Sidoarjo

Deltras Ditinggal Pelatih Hanafi

Kamis, 10 May 2018 19:24 | editor : Lambertus Hurek

Hanafi saat melatih Deltras di Liga 3 Jatim 2018.

Hanafi saat melatih Deltras di Liga 3 Jatim 2018. (DOK)

Di saat jeda panjang kompetisi Liga 3, Deltras FC kehilangan pelatih kepala. Diam-diam Hanafi menyatakan mundur dari posisi head coach tim berjuluk The Lobster itu. Karena itu, asisten pelatih Adi Putra Setiawan yang mendampingi Wimba Sutan Fanosa dan kawan-kawan menjelang Piala Indonesia.

Hanafi mengaku tidak mendapat tekanan untuk lengser dari kursi head coach. Pria asal Malang ini ingin membina pemain muda di kota asalnya setelah cukup lama malang melintang di klub-klub papan atas.

"Saya sendiri yang minta mundur dan manajemen juga memberikan ide," katanya kemarin. Hanafi mengaku tidak punya masalah dengan manajemen The Lobster. Hubungan dengan Deltamania pun relatif baik.

Kinerja Hanafi selama menukangi Deltras dalam enam laga putaran pertama sejatinya tidak buruk. Deltras tidak pernah kalah. Lima kali menang dan sekali seri. Sayang, poin Deltras dikurangi tiga karena sanksi FIFA terkait tunggakan gaji pemain asing enam tahun lalu.

Saat ini Deltras berada di posisi kedua. Di bawah Persesa Sampang yang juga tidak pernah kalah. Wimba Sutan dkk harus berjuang keras agar bisa lolos ke 16 besar Liga 3 Jatim. Syaratnya Deltras harus juara grup A. Minimal runner-up.

Sementara itu, Manajer Deltras Ikhwan Irianto belum mau berkomentar terait mundurnya pelatih Hanafi. Namun, dia optimistis skuad Deltras tetap kompak dan tangguh menyambut putaran kedua Liga 3. Jeda kompetisi selama dua bulan bakal dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi.

''Coach Hanafi itu memang pelatih senior yang berpengalaman. Tapi dia masih kesulitan membentuk tim Deltras yang kompak. Selama ini kerja sama antarlini belum cukup bagus,'' ujar Wahyu, pendukung The Lobster.

Dia menilai lini serang The Lobster yang dimotori Wimba Sutan belum setajam musim lalu. Kolaborasi pemain depan seperti Wimba Sutan, Dian Transiska, dan Guntur Agung Ramadhan belum begitu padu. Begitu juga pasokan bola dari lini tengah yang digalang pemain senior Arif Ariyanto pun kurang lancar. Akibatnya, striker Wimba sangat jarang mendapat umpan-umpan matang.

"Itu yang harus dievaluasi oleh manajemen dan pelatih," kata Wahyu. (sar/rek)

(sb/sar/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia