Minggu, 22 Jul 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik
RAZIA BANGLI

Mulai Didata Kecamatan

Selasa, 17 Apr 2018 09:11 | editor : Aries Wahyudianto

Keberadaan bangunan liar di Menganti mulai didata pihak kecamatan.

DIDATA : Keberadaan bangunan liar di Menganti mulai didata pihak kecamatan. (Dok/Radar Gresik)

BANGUNAN liar (bangli) di sepanjang saluran air Dusun Kutil, Desa Gempol Kurung mulai didata Pemerintah Kecamatan Menganti. Rencananya bangunan-bangunan tersebut akan segera dibongkar. Namun, untuk proses pembongkaran menunggu rekomendasi dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Gresik.

Camat Menganti Sujarto mengatakan, pihaknya sudah diminta DPU Kabupaten Gresik untuk mendata bangunan yang ada di lokasi tersebut. Sebab, informasinya mau ada pembongkaran untuk melanjutkan pembangunan saluran air. “Sudah, kami sudah diminta untuk melakukan pendataan,” ujarnya.

Dikatakan, dari hasil pendataan bangunan yang ada disana berjumlah 38 unit. Semuanya memang berdiri di atas sempadan saluran air. “Iya, sudah kami data dan kami serahkan kepada DPU Gresik,” ungkap dia.

Terkait dengan rencana pembongkaran, pihaknya masih menunggu koordinasi dengan DPU Kabupaten Gresik. Apakah, sosialisasi akan dilakukan DPU sendiri atau dilakukan pihak kecamatan. “Kami masih belum tahu kepastiannya, yang jelas kemarin saya hanya diminta untuk mendata saja,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Gresik Achmad Nuruddin mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan. Nanti, pihaknya kecamatan dan DPU dulu yang akan melakukan peringatan. “Kami baru turun kalau memang sudah dipastikan akan dilakukan pembongkaran,” ungkap dia.

Sebelumnya, Komisi III DPRD Kabupaten Gresik telah beberapa kali meminta pemerintah untuk melakukan pembongkaran. Tetapi, sampai saat ini belum ada tindak lanjut. Pantauan di lapangan, sebanyak puluhan ruko dan warung kopi berjejer di atas sempadan atau batasan sungai. Bahkan, sejumlah ruko dibangun secara permanen. \

“Kami sudah menyampaikan hal itu saat hearing dengan Dinas PU, mereka katanya siap untuk melakukan penertiban,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Gresik Asroin Widiana. (rof/ris)

(sb/rof/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia