Selasa, 17 Jul 2018
radarsurabaya
icon featured
Persona Surabaya
Kolonel Pnb. Rudy Iskandar, Danlanud Surabaya

Jatuh Cinta pada Motor Klasik

Senin, 16 Apr 2018 16:41 | editor : Wijayanto

Rudy Iskandar bersama salah satu koleksi motor klasiknya buatan Inggris (1948), BSA M20 Seri Militer.

Rudy Iskandar bersama salah satu koleksi motor klasiknya buatan Inggris (1948), BSA M20 Seri Militer. (ISTIMEWA)

Banyak motor keluaran terbaru dengan beragam keunggulan. Tak heran banyak konsumen yang kesengsem lalu hobi gonta-ganti tunggangan. Tapi, hal itu tidak berlaku bagi Kolonel Pnb. Rudy Iskandar. Di tengah gempuran motor baru, ia justru lebih suka bermain-main dengan motor klasik. Motor yang usianya puluhan, bahkan ratusan tahun. Apa enaknya memiliki motor-motor tua itu? Berikut petikan wawancara jurnalis Radar Sidoarjo, Moch. Khaesar Januar Utomo dengan Komandan Lapangan Udara (Lanud) Surabaya itu.
 
Selamat pagi, Komandan. Bagaimana kabarnya?
Alhamdulillah baik, Mas. Ini saya habis ada acara motor-motor tua se-Indonesia di Halim Perdana Kusuma Jakarta.
 
Wah, Komandan ternyata suka dengan motor-motor lama ya?
Iya, Mas. Di rumah saya ada beberapa koleksi motor tua. Bahkan saya tidak terlalu tertarik dengan motor-motor baru yang sekarang ini banyak diluncurkan.
 
Apa sih yang membuat Komandan senang naik motor kuno?
Asyik aja naikannya. Mempunyai, mengoleksi dan merawat motor tua  termasuk salah satu cara melestarikan cagar budaya bergerak. Dahulu motor-motor ini ada di Indonesia. Selain itu, saya sudah kadung jatuh cinta sama motor-motor kuno seperti BSA M 20 Seri Militer tahun 1948 ini. Yang bikin bangga, tidak banyak orang yang punya motor seperti ini.
 
Apa yang membuat Komandan cinta sekali sama BSA M20?
Kecintaan saya terhadap BSA M20 karena ini Seri Militer. Sudah teruji tangguh di medan perang oleh militer Inggris pada masanya. Diproduksi oleh pabrikan senapan yang akhirnya beralih menjadi pabrik motor Birmingham Small Arm (BSA). Pabrik tersebut merakit khusus motor ini sesuai kebutuhan militer di lapangan.

Komandan, apa benar dulunya motor BSA M20 Seri Militer tahun 1948 itu pernah dijual?
Iya benar. BSA M20 Seri Militer tahun 1948 yang saya miliki saat ini, baru saya dapatkan karena motor yang pertama saya itu saya tukarkan dengan motor Ariel – Red Hunter. Saya dapat motor itu lagi dari Solo dengan kondisi motor yang 85 persen masih orisinil semua.
 
Apa tidak kesulitan untuk merestorasi dan merakit motor kuno seperti BSA ini?
Tidak. Saya punya yang pandai merombak motor saya ini. Namanya Cak Ndut, mekanik senior dari PEMUDI’S dan Vicky Blink Custom Garage yang juga anggota PEMUDI’S untuk menggarap BSA M 20 ini. Saat sampai di bengkel Cak Ndut, seperti biasanya motor dibongkar total untuk pengecekan setiap part, dan memastikan kondisi motor cukup bagus.
 
Berapa hari waktu yang dibutuhkan untuk mereparasi motor tersebut?
Total pengerjaan untuk semua memakan waktu dua bulan. Itu saya mencari di beberapa tempat untuk mengubah motor kesayangan saya itu hingga sampai jadi seperti saat ini.
 
Perkiraan habis dana berapa untuk mengubah motor tersebut?
Gimana ya, Mas. Saya hobi, sih. Soal habis berapa, saya ndak perduli. Yang penting hasilnya perfect dan saya puas.
 
Apa Komandan akan menambah koleksi motornya kembali?
Untuk saat ini belum ada pikiran menambah lagi. Jadi, saya puas dengan motor-motor kuno yang sudah saya miliki ini. (*/opi)

(sb/sar/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia