Senin, 23 Jul 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Tangkapan Turun, Harga Ikan Mulai Merangkak Naik

Angin Kencang, Nelayan Pilih Tak Melaut

Senin, 16 Apr 2018 15:53 | editor : Wijayanto

BERSANDAR: Nelayan di pesisir pantai Tambak Wedi, tak jauh dari Jembatan Suramadu saat membenahi kapal sebelum mereka melaut.

BERSANDAR: Nelayan di pesisir pantai Tambak Wedi, tak jauh dari Jembatan Suramadu saat membenahi kapal sebelum mereka melaut. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Memasuki bulan April, para nelayan mulai merasakan dampak adanya pergantian musim, dari musim hujan ke kemarau. Pergeseran pergantian musim ini menyebabkan kondisi iklim tak menentu yang berdampak hasil tangkapan ikan. Menurunya hasil tangkapan para nelayan ini berpengaruh terhadap produksi ikan. Bahkan dalam dua minggu terakhir, akibat pasokan ikan laut yang berkurang membuat berapa komoditas jenis ikan ikut naik.
Rata-rata kenaikan jenis ikan berkisar diangka Rp 2 ribu rupiah per kilonya. Menurut Ilham Mustofa, 37, salah satu pedagang ikan di Pasar Pabean di Jalan Panggung, Surabaya mengatakan jika pasokan ikan laut mengalami kenaikan karena keterlambatan pasokan.
Akibatnya, harga ikan laut segar mengalami kenaikan. Dimana beberapa jenis ikan seperti ikan dorang, kakap merah, dan tongkol yang mengalami kenaikan.
“Kalau cuaca baik dan stoknya banyak harga bisa stabil. Kalau angin di laut kencang ya agak sulit nelayan mencarinya,” ujar Ilham.
Disebutkan, ikan-ikan tersebut mengalami kenaikan harga Rp 2.000, seperti halnya kakap merah yang awalnya Rp 45 ribu kini dijual menjadi Rp 47 ribu per kilonya. Kebanyakan ikan-ikan tersebut selain dipasok dari nelaan Surabaya juga berasal dari nelayan Banyuwagi, Gresik, dan Sumenep.
Meskipun beberapa jenis ikan mengalami kenaikan, tetapi pasar ikan Pabean masih terlihat ramai setiap harinya. Rata-rata pembeli memburu ikan jenis dorang, dan tongkol yang harganya tidak terlalu mahal.
Seperti halnya salah satu pembeli ikan di pasar Pabean, Minggu (15/4) . Dia mengatakan kenaikan ikan tersebut tidak terlalu berdampak pada penjualan. Karena ikan masih relatif murah dan terjangkau untuk sajian di rumah sehari-hari atau untuk kebutuhan di warung dan rumah makan. “Harga ini sebenarnya naik turun. Alhamdulilah masih terjangkau harganya,” ujar Hariati salah satu pembeli.
Disisi lain, nelayan yang berada di Pantai Kenjeran, Kecamata Bulak mengeluhkan tangkapan ikannya mulai menurun pasca mulai adanya pergantian musim dan cuaca yang tak menentu. “Angin kencang di laut juga menyebabkan tangkapan ikan berkurang. Kalau peralihan cuaca hujan ke panas memang kayak gini (tangkapan turun,Red),” kata Mardiono. (gin/rud) 

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia