Selasa, 17 Jul 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Sertifikasi Tanah Empat Desa Libatkan BKSDA

Senin, 16 Apr 2018 13:53 | editor : Aries Wahyudianto

Camat Tambak Fatah Hadi saat memberikan pemaparan dalam kegiatan sosialisasi.

Berkekuatan Hukum : Camat Tambak Fatah Hadi saat memberikan pemaparan dalam kegiatan sosialisasi. (Dok/Radar Gresik)

Tambak - Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik melaksanakan Sosialisasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Pulau Bawean. Kegiatan ini berlangsung 8 - 11 April 2018. 

“Program ini merupakan program sertifikasi tanah yang akan diterapkan di Pulau,” kata Camat Tambak Fatah Hadi, kemarin. Kegiatan sosialisasi ini menyasar empat desa di Kecamatan Tambak, yakni Desa Klompang Gubug, Desa Kepuh Teluk, Desa Teluk Jatidawang dan Desa Diponggo. Dan Desa Pudakit Barat yang berada di Kecamatan Sangkapura.

Pelibatan BBKSDA Jawa Timur dipandang penting mengingat kelima desa tersebut letaknya berbatasan langsung dengan kawasan Suaka Margasatwa Pulau Bawean. Dan Desa Teluk Jatidawang memiliki jalur batas terpanjang diantara desa yang lainnya, yaitu 10 Km.

Hingga saat ini sebagian besar tanah hak di Pulau Bawean belum tersertifikasi. Melalui program  PTSL ini diharapkan seluruh bidang tanah di lima desa tersebut dapat terdaftar dan dipetakan. 

BPN Gresik akan melibatkan pihak BBKSDA Jatim, dalam hal ini Resort Konservasi Wilayah Pulau Bawean dalam pengukuran bidang tanah warga yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi. Hal ini untuk memastikan bahwa bidang tanah yang diukur tersebut tidak masuk ke dalam kawasan suaka margasatwa. Dalam kesempatan tersebut juga ditegaskan bahwa BPN tidak akan menerbitkan sertifikat apabila nanti ada ada pihak-pihak yang mencoba mengklaim kawasan hutan sebagai tanah hak. Sebab sampai saat ini-pun peta yang menjadi pedoman BPN mengacu pada Surat Keputusan Bersama dengan Menteri Kehutanan Tahun 2014. (bst/rtn)

(sb/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia