Jumat, 20 Jul 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
STNK dan Uang 500 Ribu Dibagasi

Motor Karyawan Minimarket di Jambangan Digasak Maling

Minggu, 15 Apr 2018 23:24 | editor : Abdul Rozack

TEREKAM: Pelaku terekam CCTV saat berbelanja membeli minuman di dalam toko minimarket.

TEREKAM: Pelaku terekam CCTV saat berbelanja membeli minuman di dalam toko minimarket. (istimewa)

SURABAYA - Aksi pencurian motor kembali terjadi di Surabaya Selatan. Korbannya adalah Adi Arifianto, 28, warga Jalan KH Husain, Desa Watesari, Balongbendo, Sidoarjo. Kepala Toko minimarket Jalan Jambangan nomor 31, itu kehilangan Honda Vario dengan nomor polisi (nopol) W 2927 OS saat diparkir di depan toko Sabtu (14/4) sekitar pukul 19.45. 

Korban mengatakan terkejut sekitar pukul 20.00 saat keluar toko menjumpai motornya sudah tidak ada. Tahu motornya raib, korban mencoba menanyakan kepada warga sekitar. Tak hanya itu korban lalu mencoba mengecek rekaman circuit closed television (CCTV) toko. 

"Saat kami cek, ternyata pelaku berjumlah tiga orang," kata Adi saat dihubungi Radar Surabaya, Minggu (15/4). 

Adi menjelaskan dari rekaman CCTV, awalnya pelaku datang bertiga menggunakan satu motor Vario. Lalu salah seorang yang bertugas sebagai eksekutor masuk ke dalam toko. Bahkan pelaku juga sempat pura-pura membeli dua botol minuman. Sementara dua orang lain menunggu di luar sebagai pemantau situasi.  

"Pelaku yang mengambil motor sempat belanja di toko. Namun dia (pelaku) tidak melepas helm," ungkapnya. 

Selepas membeli minum, pelaku lantas keluar. Ketika situasi dan kondisi aman pelaku langsung beraksi mendekati motor korban. Tidak sampai sepuluh menit motor yang awalnya sudah dikunci setir itu berhasil dibobol kunci kontaknya. Motor dibawa kabur ke arah Rolak. Sedangkan dua rekannya lain juga turut kabur. 

"Di dalam bagasi motor ada dompet yang berisi uang 500 ribu. Selain itu juga ada STNK dan kartu penting lainnya," jelasnya. 

Akibat kejadian ini korban mengalami kerugian sekitar Rp 12 juta lebih. Selepas kejadian itu korban melapor ke Polsek Jambangan. Namun karena ada persyaratan yang belum dilengkapi, korban harus mengurus terlebih dahulu.

Kapolsek Jambangan Kompol Gatot Hariyanto saat dikonfirmasi terkait kasus tersebut mengatakan, laporan korban belum masuk. "Saya harap korban segera mengurus berkas yang kurang, sehingga dapat kami tindak lanjuti," ujar Gatot saat dikonfirmasi lewat telepon selulernya kemarin.(rus/no)

(sb/rus/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia