Minggu, 22 Jul 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal

Aris Yudiono Tersangka Pemalakan Penumpang Taksi Online

Sabtu, 24 Mar 2018 20:19 | editor : Lambertus Hurek

Tersangka Aris Yudiono memalak penumpang taksi online di Bungurasih.

Tersangka Aris Yudiono memalak penumpang taksi online di Bungurasih. (Guntur Irianto/Radar Sidoarjo)

Polisi akhirnya menetapkan Aris Yudiono, 39, warga Kelurahan Wonocolo, Kecamatan Taman, sebagai tersangka kasus pemalakan terhadap penumpang taksi online di Jalan Bungurasih, Waru. Pria yang juga kos di Desa Ketegan, Taman ini diamankan berbekal video yang sempat viral di media sosial (medsos) setelah korbannya yang bernama Maya, warga Tuban, mengunggah video tersebut ke akun Facebook salah satu radio di Surabaya.

“Kami masih mengejar satu orang lagi (berinisial Z) yang ikut dalam pemerasan di video tersebut. Kami menetapkannya dalam daftar pencarian orang (DPO)," kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji, Jumat (23/3).

Dalam penjelasannya, Kombes Pol Himawan mengatakan bahwa pengakuan tersangka yang mencatut nama personel Polresta Sidoarjo yang terekam dalam video tersebut sepenuhnya tidak benar. Anggota tersebut mengaku tidak pernah mengatakan hal yang dibilang tersangka. Selama ini antara anggota tersebut dan tersangka juga tidak dekat, hanya pernah mengetahuinya.

"Anggota ini sebelumnya disuruh mengawasi situasi persaingan taksi online dan konvensional di Terminal Purabaya. Kemudian oleh tersangka nama anggota ini dibuat pembenaran dan tersangka mengakui jika yang bersangkutan tidak ada sangkut pautnya dengan pemerasan ini," jelasnya.

Ia mengatakan, selama ini memang ada kesepakatan yang dibuat. Namun zona-zona tersebut bukan polisi yang menetapkan, melainkan kesepakatan keduanya. Namun jika hal ini bisa digunakan sebagai alasan untuk melakukan pemerasan, kesepakatan itu akan dikaji ulang. Padahal, kesepakatan tersebut dibuat agar situasi di sekitar terminal tetap aman dan kondusif. “Jika ini malah digunakan  untuk pembenaran aksi kriminalitas kita akan cek lagi,” tegasnya.

Dari pengakuan tersangka pada polisi, diketahui jika hal itu murni inisiatif tersangka dengan temannya Z. Ia pagi itu melihat ada taksi online yang mengambil penumpang tak jauh dari pintu keluar bus antar kota. Ia pun menuju ke lokasi berdua dengan Z mengendarai sepeda motor Yamaha Mio nomor polisi L 2641 NY menuju ke mobil taksi online yang saat itu menaikkan penumpang di halaman minimarket di Jalan Raya Bungurasih. “Mereka meminta rokok 10 pak ke sopir taksi online ini. Namun, karena tidak punya uang sang sopir minta pembayaran taksi di depan ke korban. Ini yang membuat korban membelikannya namun direkam,” katanya.

Kombes Pol Himawan menuturkan, setelah menerima rokok tersebut langsung dibagi dua oleh tersangka. Aris mendapat lima sementara Z juga mendapat lima. Polisi berhasil menyita dua pak rokok sisa yang dibawa oleh Aris.

Mereka mengaku baru sekali ini melakukan pemerasan tersebut. Mereka juga bukan sopir taksi konvensional yang dirugikan. “Ia bukan sopir taksi atau angkutan di terminal. Karena perbuatannya yang menjurus premanisme bisa disebut preman,” tegasnya. (gun/jee)

(sb/gun/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia