Rabu, 18 Jul 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Kiai Berik, Perintis Pendidikan Formal

Tahun Pertama Madrasah Aliyah Hanya Miliki Satu Siswa

Kamis, 22 Mar 2018 09:48 | editor : Aries Wahyudianto

KH Anwari Faqih alias Kiai Berik tak puas dengan sistem pendidikan tradisional.

Visioner : KH Anwari Faqih alias Kiai Berik tak puas dengan sistem pendidikan tradisional. (Dok/Radar Gresik)

Kiai Berik, demikian nama KH Anwari Faqih populer di masyarakat. Sosok berperan besar bidang pendidikan di masyarakat Bawean, khususnya desa Kebuntelukdalam.

Abdul Basith/Wartawan Radar Bawean

Kiai Berik sempat menimba ilmu di Jawa, yaitu di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton Probolinggo. Di sana beliau belajar langsung kepada KH Zaini Mun’im, pengasuh sekaligus pendiri pesantren Nurul Jadid.  Di samping itu juga berguru kepada KH Hasan Abdul Wafi, menantu KH Zaini.

Di sela-sela kesibukannya membina santri, Kiai Anwari tidak puas dengan model pendidikan tradisional yang digelutinya yakni lenggar (pesantren). Oleh karenanya beliau juga merintis berdirinya lembaga formal yaitu MTs dan MA Kebuntelukdalam yang nantinya diberinama Himayatul Islam. Awalnya mendapat tantangan dari masyarakat.

Pada tahun pertama dibuka, lembaga tersebut (MTs) mendapatkan siswa yang cukup banyak, suatu prestasi yang cukup menarik, sekalipun tidak sedikit siswa yang akhirnya berhenti dipertengahan jalan. Namun demikian peride pertama telah berhasil meluluskan sekitar 30 siswa. Lalu, tahun berikutnya, setelah angkatan pertama lulus, dibukalah pendaftaran siswa Madrasah Aliyah (MA) yang berafiliasi ke MA Umar Mas’ud. Konon pada tahun pertama dibuka MA hanya mendapatkan satu siswa yaitu Fathorrazi. Sekalipun satu siswa, Rosi demikian orang menyebutnya berhasil menuntaskan sampai lulus Aliyah. 

Sebagaimana kiyai lainnya, beliau memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pendidikaan. Dalam menekuni pendidikan yang dibidaninya, Kiai Anwari termasuk sosok yang sangat peduli dan fokus mulai sejak berdirinya pesantren maupun lembaga formal hingga akhir hayatnya. Tepat pada hari yang sangat mulia, Jumat (5/12) Kiai Berik atau KH Anwari Faqih berpulang ke Rahmatullah di usainya yang ke 74 tahun. (*/rtn)

(sb/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia