Jumat, 20 Jul 2018
radarsurabaya
icon featured
Kota Lama
Pagar Kota Surabaya, Benteng Prins Hendrik-9

Kawasan Stasiun Benteng Masuk Wilayah “Terlindungi”

Selasa, 20 Mar 2018 12:52 | editor : Wijayanto

SALAH SATU JEJAK: Stasiun Benteng yang berada di kawasan Sidotopo. Penamaan stasiun ini dianggap karena dahulu masuk dalam kawasan yang dilewati jalur Benteng prins Hendrik.

SALAH SATU JEJAK: Stasiun Benteng yang berada di kawasan Sidotopo. Penamaan stasiun ini dianggap karena dahulu masuk dalam kawasan yang dilewati jalur Benteng prins Hendrik. (ISTIMEWA)

Jika di Jalan Indrapura masih tampak saluran drainase sebagai bekas parit Benteng Prins Hendrik, dan di Jalan Benteng yang menyisakan nama. Begitu juga dengan Stasiun Benteng yang penamaannya disinyalir diambil karena letaknya yang dahulunya pernah berdiri atau “terlindungi” oleh Benteng Prins Hendrik.

Baehaqi Almutoif-Wartawan Radar Surabaya

Beberapa sejarawan menilai bagian sisi timur benteng sampai di kawasan Semampir. Salah satunya dijadikan nama salah satu stasiun yang sempat aktif. "Ya salah satunya menjadi Stasiun Benteng. Itu disana dulunya dilewati Benteng Prins Hendrik," ujar Sejarawan Universitas Airlangga (Unair) Purnawan Basundoro kepada Radar Surabaya.
Stasiun Benteng terletak di Sawah Pulo, Ujung, Semampir. Stasiun ini bersebalahan dengan pangkalan utama TNI Angkatan Laut V. Pada masa penjajahan Belanda, stasiun ini dikenal dengan nama Halte Prins Hendrik. Jika mengacu pada namanya, di stasiun tersebut besar kemungkinan dahulunya merupakan Benteng Prins Hendrik. Dugaan tersebut juga disampaikan oleh Purnawan.
Namun, stasiun ini tidak melayani angkutan penumpang. Sebab hanya aktif sebagai tepat parkir ketel dari tempat pengisian bahan bakar high speed diesel (HSD) di daerah pelabuhan saja. Dan melayani pengiriman BBM ke Malang dan Madiun. Jalur sebelah Barat stasiun akan membelok ke Utara dan berakhir di Depot Pertamina Bantaran.
"Ya, terusan ke stasiun Sidotopo itu. Disana sebelum ada stasiun adalah benteng," jelasnya.
Karena penamaannya mirip oleh pemerintah kolonial, maka masyarakat menyebutnya sebagai Stasiun Benteng. Maka setelah kemerdekaan, disebutlah sebagai Stasiun Benteng.
Benteng Prins Hendrik memang memutari kawasan yang dahulunya disebut Down Town. Tidak hanya garis depan saja, di utara Surabaya, yakni kawasan Jembatan Petekan juga terlindungi benteng. Mengelilingi sampai ke wilayah Krembangan hingga Semampir.
“Benteng ini memiliki tembok kelilingi seluruh kawasan kota. Tetapi kemudian rusak dengan sendiri tidak terawat. Karena Belanda nyaris merasa tidak memiliki musuh lagi. Inggris pun yang sebelumnya mengincar koloni Belanda berangsur mundur," beber Purnawan.
Sehingga keberadaan Stasiun Benteng yang diambil dari nama Benteng Prins Hendrik cukup masuk akal. Pasalnya, sebelum ada jalur kereta api pernah dilewati pagar kota, melindung pemukiman di dalamnya. (bersambung/nur)

(sb/bae/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia