Senin, 23 Jul 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Dewan Dukung Pemkot Tegakkan Aturan IMB, Jika Melanggar Ditertibkan

Senin, 19 Mar 2018 21:21 | editor : Abdul Rozack

ilustrasi IMB

ilustrasi IMB (net)

SURABAYA – DPRD Surabaya meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tetap melaksanakan aturan terkait bangunan liar (bangli) tanpa izin. Meski ada kasus penembakan yang diakibatkan penertiban bangunan tanpa adanya Izin Mendirikan Bangunan (IMB), pemkot diminta tidak kendor. 

Ketua DPRD Surabaya Armuji mengatakan, bangunan yang tidak disertai dengan IMB melanggar aturan. Apalagi bangunan tersebut berada di lahan milik pemkot yang menggagu fasilitas umum. “Tetap harus ditertibkan sesuai dengan aturan yang ada,” ujarnya, Minggu (18/3). 

Meski demikian, dirinya tetap berharap ada tahapan yang dilakukan oleh pemkot dalam setiap penertiban bangunan liar. Mulai dari pemberian surat peringatan hingga sosialisasi kepada pemilik bangunan. 

Jika hal tersebut sudah dilakukan, lanjutnya, pemkot sudah dalam tahapan yang benar. Namun, jika tetap membandel maka penertiban memang wajib dilakukan sesuai tahapan yang tepat. 

Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan, adanya ancaman yang dilakukan oleh pihak lain diharapkan tidak mengendorkan semangat Pemkot Surabaya dalam menata Kota Pahlawan. Namun, tindakan tersebut juga harus dilakukan pada bangunan yang melanggar. “Jangan tumpang sebelah, harus sama rata untuk penertiban semua bangunan yang melanggar,” terangnya. 

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Wakil Ketua DPRD Surabaya Darmawan. Jika dalam setiap penertiban pemkot melaksanakan aturan yang benar, maka jangan ada rasa takut. “Baik itu dinas terkait hingga Satpol PP harus melaksanakan perda dengan benar,” ucapnya. 

Politisi yang akrab disapa Aden ini menegaskan, DPRD mendukung penuh langkah pemkot dalam penegakan aturan. Jika aturan tersebut tidak dilaksanakan dengan tepat, maka akan ada bangunan seenaknya berdiri tanpa ada surat kelengkapan yang jelas. 

Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Surabaya Ery Cahyadi mengaku tidak gentar dengan teror yang terjadi padanya. Penertiban yang dilakukan pada sejumlah bangunan karena tidak sesuai dengan IMB yang diberlakukan oleh Pemkot Surabaya. “Kami tidak akan lemah dalam penegakan aturan,” katanya. 

Ery mengungkapkan, perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) harus ditaati dengan benar. Karena itu jika ada bangunan yang melanggar harus menaati aturan. Selain itu, masyarakat yang ingin mendirikan bangunan juga harus memiliki izin sesuai dengan IMB yang berlaku. (vga/nur) 

(sb/vga/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia