Senin, 23 Jul 2018
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Donwori Dinilai 'Melempem', Karin Mana Tahan

Senin, 19 Mar 2018 07:55 | editor : Abdul Rozack

Donwori Jalani Hidup dengan Santai,

Donwori Jalani Hidup dengan Santai (grafis: Fajar)

Cekatan atau tidaknya seseorang biasanya merupakan sifat bawaan yang tidak bisa diubah. Namun lain cerita jika sifat itu sumbernya dari kemalasan. Seperti yang terjadi pada Donwori,37, ini, yang harus menelan pahitnya perpisahan karena sikapnya sendiri.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Banyak hal yang dapat merusak kelanggengan hubungan rumah tangga. Hal itu bisa datang dari pihak ketiga, bisa keluarga dan pelakor, juga bisa datang dari pasutri itu sendiri. Karin,36, memutuskan untuk meninggalkan sang suami yang terlalu slow menjalani hidup. 

"Gak tahan wes.. wong lanang kok gak cakcek, gak iso ngayomi keluarga (sudah gak tahan, laki-laki kok gak cekatan, tidak bisa mengayomi keluarga,Red)," ujarnya saat berada di ruang tunggu Pengadilan Agama Kelas 1 Surabaya.

Karin mengaku, selama ini kehidupannya pas-pasan. Hal ini lantaran sang suami yang merupakan seniman terlalu santai menjalani hidup. 

"Dia iku gak gelem ngoyo, prinsipnya yang penting makan bendino gak kurang, cukup," ungkap Karin kesal.

Sementara prinsip hidup yang dijalani Donwori itu tak sejalan dengan apa yang diyakini Karin selama ini. Baginya hidup itu harus dijalani dengan semangat, kekayaan bisa didapat siapa aja asalkan mau bekerja keras.

"Mas iku terlalu santai, opo onone, tapi urep gaiso koyok ngono, kudu berjuang, opo maneh wong lanang(Mas itu terlalu santai, apa adanya, tapi hidup gak bisa seperti itu, harus berjuang, apalagi laki-laki,Red) ," ujar perempuan Indrapura ini. 

Padahal, dari keterangan Karin, dirinya sudah berkali-kali menyemangati sang suami untuk giat bekerja dan lebih mau mencoba hal-hal baru. Namun dasar Donwori, disemangati begitu tetap tak mempan. Dan tetap menjalani apa kesehariannya.

" Wes tak bantu kerja juga dia, aku ngajar tiap hari," imbuhnya.

Karena merasa putus asa dengan sikap sang suami, Karin memutuskan untuk membuka pembicaraan dengan Donwori. Ia sampaikan keinginannya untuk berpisah. Tak disangka, Donwori juga mengiyakan keinginan istri.

"Prinsip hidup beda, kalau tak pekso bersama terus tiwas ngenes bendino, jujur sing tak goleki duduk uwong koyok mas( kalau saya paksakan bersama daripada saya nelangsa setiap hari, Red)," pungkas ibu satu anak ini.(*/no)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia