Senin, 23 Jul 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya
Gubernur Ajukan Revisi

Tarif Tol Surabaya-Kertonoso Dinilai Terlalu Mahal

Rabu, 31 Jan 2018 17:58 | editor : Abdul Rozack

MAHAL: Suasana gerbang tol Sumo Waru Gunung, setelah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Gubernur Jatim menilai tarif tol Sumo t

MAHAL: Suasana gerbang tol Sumo Waru Gunung, setelah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Gubernur Jatim menilai tarif tol Sumo tersebut terlalu mahal. (Dokumen Radar Surabaya)

SURABAYA - Gubernur Jatim Soekarwo mengajukan keberatan atas tarif tol Surabaya-Kertosono yang dinilai mahal. Dia mengusulkan ada hitung ulang agar fungsi keberadaan tol bisa membangkitkan ekonomi. 

"Dua hari itu saya cek (tol Surabaya-Mojokerto,red), kok sepi. Truk gak ada yang lewat (karena,red) ongkosnya mahal. Lebih baik dia macet lewat bawah," ujar Pakde Karwo, sapaan karib Soekarwo, Selasa (30/1). 

Gubernur kelahiran Madiun tersebut menghitung, dengan harga Rp 82 ribu dan panjang 76,97 km terlalu mahal. Memang harga tersebut masih bisa terjangkau. Namun berbeda halnya dengan truck angkutan barang. 

"Kalau truck berapa, itu mahal. Saya harus usul, salah satunya menghitung kontrak pemerintah dengan pihak ketiga. Yang tadinya dikembalikan 25 tahun diperpanjang 35 tahun. Agar ongkos biaya murah," jelasnya. 

Dengan begitu, Build, Operate and Transfer (BOT) ikut diperpanjang. Sehingga tarif tol bisa lebih ditekan lagi dan masyarakat pun bisa menikmati dengan tariff murah. 

Pakde Karwo menyarankan, agar pemerintah mengambil keuntungan belakangan. Sebab, yang terpenting itu adalah rakyat bisa meraih untuk serta meningkatkan perekonomiannya. 

"Saya masih diskusi ini dengan Pak Menteri PU agar jangan sampai ini tidak sependapat. Tapi saya harus cari solusi," bebernya. 

Dia mengaku, saat ini tengah menghitung dengan beberapa pihak tentang berapa harga yang bisa dijangkau masyarakat. Dia mengaku sudah ada hitungan perubahan. Hanya saja, Pakde Karwo masih merasa perlu tarifnya tetap ditekan. 

Tercatat untuk harga golongan dua, yakni truck dengan dua gandar harganya mencapai Rp  103 ribu. Harga tersebut terbilang mahal. Padahal dibangunnya tol tersebut untuk memperbaiki perekonomian masyarakat. Anggota Komisi D DPRD Jatim, Achmad Heri menegaskan, tarif yang telah ditetap Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, masih mahal dan membebani masyarakat. Padahal yang utama dibangunnya tol untuk membantu masyarakat pelaku ekonomi, karena dapat mempersingkat waktu sekitar 2 jam. (bae/rud)

(sb/bae/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia