Minggu, 22 Jul 2018
radarsurabaya
icon featured
Features Sidoarjo
Agar Anak-Anak Tidak Ketergantungan pada Gadget

Ubah Jalan Perumahan Jadi Arena Permainan Tradisional

Selasa, 16 Jan 2018 05:00 | editor : Lambertus Hurek

Anak-anak belajar bermain permainan tradisional.

Anak-anak belajar bermain permainan tradisional. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Di era sekarang, semuanya sudah serba canggih. Bahkan anak-anak pun sudah gandrung beraneka pemainan dari gadget. Namun untuk melestarikan permainan tradisional, Sonny Sandjojo punya cara lain. Karena keterbatasan lahan, ia menggunakan jalan di area perumahannya sebagai tempat bermain.

MOCH KHAESAR
Wartawan Radar Sidoarjo
 
YA, Sonny mengubah jalanan di sekitar rumahnya sebagai area permainan, seperti engkle, ular tangga dan permainan tradisional yang lain. Warga RT 23 RW 07 Perum Pesona Sekar Gading ini menuturkan saat ini banyak anak tidak bermacam permainan tradisional yang dulu sangat digemari.
“Dengan cara ini kami ingin menggugah anak-anak untuk bermain permainan tradisional,” ungkapnya, Senin (15/1).
Dikatakan, gagasan itu muncul ketika ia melihat anak-anak yang sudah ketergantungan dengan gadget. Melalui gadget yang dimilikinya, anak-anak memainkan game-game online. Padahal, menurutnya, banyak permainan tradisional yang belum tentu dikenal oleh mereka.
Akhirnya, ia pun mengecat jalan di kawasan rumah untuk arena permainan tradisional itu. “Sebelumnya saya jelaskan ke ketua RT dan warga. Mereka semua setuju dan mendukung saya untuk mempopulerkan permaian tradisional," terangnya.
Sonny menjelaskan dengan permaian tradisional ini dapat melatih kerja sama tim dengan anak anak lainnya. Selain itu kreatifitas anak anak ini juga akan makin terasah. Tak kalah pentingnya, dengan permainan tradisional ini mampu menjauhkan dan menghindari ketergantungan anak pada gadget. "Bahkan para orang tua pun dapat bernostalgia dengan permainan tradisional ini,” tambahnya.
Ketua RT 23 Edi Priyanto menambahkan mendukung gagasan itu. Bahkan warganya membuka diri bagi anak-anak dari RT lain jika ingin bermain di wilayahnya atau menjadikan kampungnya menjadi kampung wisata.
“Selain menghindari anak dari gadget juga membuat anak-anak kreatif," terangnya.
Edi mengatakan menjauhkan anak-anak dari gadget sangat susah. "Namun setelah kami kasih contoh mereka menjadi senang dengan permainan tradisional ini,” bebernya. (*/jee)

(sb/sar/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia