Jumat, 20 Jul 2018
radarsurabaya
icon featured
Politik

Tes Kesehatan Lebih Detail, Dibanding Pilgub 2013

Sabtu, 13 Jan 2018 17:25 | editor : Abdul Rozack

CEK KESEHATAN: Dari kiri; Pasangan Bacagub dan Bacawagub Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak dan pasangan Bacagub dan Bacawagub Jatim, Sai

CEK KESEHATAN: Dari kiri; Pasangan Bacagub dan Bacawagub Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak dan pasangan Bacagub dan Bacawagub Jatim, Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno, menyapa para jurnalis disela-sela tes kesehatan (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA-Bakal calon Gubernur Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul datang pertama kali di tes kesehatan. Politisi yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Jatim tersebut datang pukul 07.07, diikuti kemudian bakal Calon Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jatim Emil Elistiano Dardak. Menyusul bakal Calon Wakil Gubernur Jatim Puti Guntur Soekarno. 

Gus ipul saat ditemui seusai mengatakan, tes kesehatan pada Pilgub Jatim 2018 ini lebih sulit dibanding pilgub sebelumnya. “Cuman ya Alhamdulillah. Memang ada beberapa gambar yang dipasin. Harus gambar ini gambar itu. Tahun lalu tidak ada,” ujar Gus Ipul, Jumat (12/1).

Disebutkan oleh Gus Ipul, pada tes kesehatan kali ini setidaknya ada 200 pertanyaan lebih yang harus dijawabnya. Jumlah tersebut relatif lebih banyak dibanding pada tes kesehatan di Pilgub 2013 yang pernah diikuti saat berpasangan dengan Soekarwo sebagai gubernur Jatim. 

Sedangkan untuk tes fisik, Gus Ipul menyebutkan tidak terlalu menyulitkan. “Nanti masih dianalisa hasilnya belum bisa. Alhamdulillah sudah selesai tinggal tunggu. Ini rangkaian cukup panjang melibatkan 11 spesialis,” bebernya. 

Di tempat yang sama, kompetitor Gus Ipul di posisi bakal calon gubernur, Khofifah juga mengalami hal yang sama. Tes psikologi yang dilalui diakuinya sedikit harus memeras imajinasinya. “Bukan sulit. Saya ini kan bukan pelukis, kita disuruh menggambar pohon. Lalu kami juga diminta melukis orang. Kalau bukan pelukis lalu melukis jadinya kayak apa, bisa dibayangin kan,” kata Khofifah sembari tertawa. 

Diungkapkan oleh menteri sosial ini bahwa tes yang dilakukan kali ini sedikit lengkap dan detail. “Saya rasa KPU ingin mendapat hasil yang lebih fiks, kalau dulu ketika pilgub lalu tidak ada psikologi. Psikiater tidak ada. Ini ada psikologi tes tulis. Semua akan dicek,” tutupnya. 

Terpisah, Wakil Direktur Penunjang Medik RSUD dr Soetomo, dr Hendrian D. Soebagjo mengatakan, hasil yang didapatkan dari pemeriksaan hari ini dirinya menargetkan bisa keluar pada Minggu (14/1). Senin (15/1) dapat dikirim ke KPU. RSUD dr Soetomo hanya memberikan hasil berupa rekomendasi ya atau tidak ke komisi pemilihan. “Nanti urusan KPU untuk memutuskan apakah dia ikut atau tidak,” sebutnya. 

Diungkapnya, ada banyak acuan yang digunakan dalam tes kesehatan yang melibatkan beberapa dokter spesialis, BNN dan ahli psikiater. Kendati melibatkan banyak tim ahli dan dokter, namun dirinya menampik bahwa tes kesehatan yang dilalui para bakal calon gubernur dan wakil gubernur ini terlalu berlebihan. Pasalnya, rangkaian tes kesehatan tersebut sudah melalui sesuai dengan yang disyaratkan. 

“Hampir semua dokter kami libatkan bergantian. Di sinikan tingkatannya sub spesialis. Secara objektif kami yang tentukan dokternya,” tandasnya.(bae/no)

(sb/bae/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia