Minggu, 22 Jul 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Proyek JLLB Sisakan 310 Persil Belum Dibebaskan

Sabtu, 13 Jan 2018 06:05 | editor : Abdul Rozack

STAGNAN: JLLB Sisakan 310 Persil Belum Dibebaskan

STAGNAN: JLLB Sisakan 310 Persil Belum Dibebaskan (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Komisi C DPRD Surabaya meminta Pemkot Surabaya fokus pada penyelesaian Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) pada 2018 ini. Pembebasan lahan hingga pengerjaan jalan yang saat ini dianggap jalan di tempat harus ada peningkatan untuk menyelesaikan jalan sepanjang 18 kilometer tersebut. 

Ketua Komisi C Syaifuddin Zuhri mengatakan, JLLB yang menghubungkan Lakarsantri hingga Romokalisari itu pada tahun 2018 dianggarkan senilai Rp 55 miliar untuk pembebasan persil. Diharapkan dengan adanya anggaran tersebut sejumlah lahan bisa dibebaskan oleh Pemkot Surabaya. 

“Jangan malah tidak ada peningkatan pembebasan dan tidak ada solusi mengurai kemacetan,” katanya. 

Dari total 450 persil masih tersisa 310 persil yang belum dibebaskan. Ada juga banyak lahan milik pengembang yang harus dikoordinasikan agar bisa segera dibebaskan dan dibangun. “Koordinasi antar OPD dan pengembang harus segera dilakukan. Kebutuhan JLLB sangat mendesak,” jelasnya. 

Dia menilai, koordinasi antar OPD di pemkot kurang berjalan maksimal untuk penyelesaian JLLB. Nantinya komisi C akan intens memanggil OPD terkait progres pembangunan jalan pemecah kemacetan di kawasan barat tersebut. 

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, dalam setiap hearing nanti, pihaknya akan meminta gambaran yang jelas terkait progress JLLB. Baik itu kepemilikan tanah yang akan dibangun jalan maupun progress pembangunan secara fisik. 

“Saat ini jalan di JLLB yang ada karena akses perumahan,” ucapnya. 

Sementara itu Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Surabaya Erna Purnawati mengatakan, setiap tahunnya pembebasan lahan dan pengerjakan fisik untuk JLLB terus dilakukan. Dari anggaran yang dikucurkan, dinasnya manargetkan untuk penyerapan anggaran secara maksimal. 

“Kadang soal pembebasan lahan yang masih jadi hambatan. Sedangkan untuk pengerjaan fisik pasti akan terserap,” pungkasnya. (vga/nur) 

(sb/vga/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia