Jumat, 20 Jul 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Anggaran Infrastruktur Harus Diawasi agar Serapan Maksimal

Jumat, 12 Jan 2018 18:19 | editor : Wijayanto

TANGGULANGI BANJIR: Dengan menggunakan alat berat, pekerja menyelesaikan pembangunan saluran untuk rumah pompa Kandangan di kawasan Benowo. Pembangunan infrastruktur hendaknya diawasi dengan teliti untuk agar anggaran dapat terserap maksimal.

TANGGULANGI BANJIR: Dengan menggunakan alat berat, pekerja menyelesaikan pembangunan saluran untuk rumah pompa Kandangan di kawasan Benowo. Pembangunan infrastruktur hendaknya diawasi dengan teliti untuk agar anggaran dapat terserap maksimal. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - DPRD Surabaya meminta agar anggaran infrastruktur yang dikelola oleh Pemkot Surabaya bisa digunakan dengan baik. Penyerapan anggaran yang besar dan sesuai dengan target membuat pengerjaan infrastruktur di Kota Pahlawan berjalan efektif.
Anggota Komisi B DPRD Surabaya Anugrah Ariyadi mengatakan, komisi yang salah satunya membidangi masalah keuangan APBD akan mengawal pelaksanaan anggaran yang digunakan oleh Pemkot Surabaya. Hal itu sebagai peran dari legislatif agar serapan anggaran tinggi. "Anggaran APBD sekitar Rp 9 triliun harus bisa dimaksimalkan," ujarnya, Kamis (11/1).
Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan, anggaran yang fungsinya untuk infrastruktur memang harus dijaga agar kebutuhannya bisa tercapai. Sehingga sejumlah infrastruktur yang dibutuhkan bisa terwujud dengan cepat.
"Jangan sampai mbleset dan tidak terserap," imbuhnya.
Dia menambahkan, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sekitar 20 persen dari nilai APBD 2017 harus dimimalisir pada 2018. Nantinya, komisi B juga akan mengawasi dengan melakukan hearing secara berkala terkait progres pembangunan.
"Sebagai lembaga pengawas kita ingin APBD terserap dengan baik," jelasnya.
Sementara itu Anggota Komisi C Machmud mengatakan, dalam rencana anggaran 2018 kebutuhan anggaran untuk infrastruktur telah dipenuhi. Namun, kebutuhan anggaran untuk pembebasan lahan ada yang dikepras karena dinilai tidak akan terserap. "Kita juga berharap infrastruktur terbangun dengan anggaran yang sudah ada," terangnya.
Politisi Partai Demokrat ini menambahkan, banyak infrastruktur yang harus dibangun oleh pemkot. Termasuk penyelesaian Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) dan Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT). "JLLB dab JLLT merupakan infrastruktur mendesak yang harus dipenuhi," pungkasnya. (vga/nur)

(sb/vga/jay/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia