Minggu, 22 Jul 2018
radarsurabaya
icon featured
Events Sidoarjo
Pelatihan Jurnalistik di MANU Wali Songo SDA

Rapat Redaksi dan Deadline Penting untuk Penerbitan Sekolah

Rabu, 27 Dec 2017 17:02 | editor : Wijayanto

LESEHAN: Siswa MANU Wali Songo Sidoarjo mengikuti pelatihan jurnalistik di sekolahnya dengan serius tapi santai.

LESEHAN: Siswa MANU Wali Songo Sidoarjo mengikuti pelatihan jurnalistik di sekolahnya dengan serius tapi santai. (SANUSI/RADAR SIDOARJO)

Perencanaan dalam sebuah penyusunan produk jurnalistik di sekolah sangat penting. Dengan perencanaan yang baik lewat sebuah rapat redaksi yang dihadiri oleh pemimpin redaksi dan para redaktur serta wartawan, maka akan dihasilkan produk jurnalistik berupa majalah sekolah ataupun buletin sekolah yang berisi liputan-liputan yang menarik dan atraktif.

Hal ini yang menjadi bahan kajian dalam pelatihan jurnalistik yang digelar Madrasah Aliyah Nadhlatul Ulama (MANU) Wali Songo, Sidoarjo, Rabu (27/12). Pelatihan yang digelar untuk mengisi liburan sekolah dan diikuti oleh para pengurus baru dan alumnus ekstra kurikuler Jurnalistik ini diisi oleh Wijayanto selaku pemateri.

“Rapat redaksi ini adalah tahap awal dari proses tahapan pembuatan sebuah produk jurnalistik,” kata Wijayanto.

Menurut dia, melalui rapat redaksi akan ditentukan liputan apa saja yang hendak dilakukan untuk mengisi majalah sekolah. Selain itu, juga dilakukan pembagian tugas tentang siapa wartawan yang akan meliput, termasuk foto dan data pelengkap yang dibutuhkan.

CINDERA MATA: Wijayanto, Muhammad Syamsul Hidayat selaku pembina ekskul Jurnalistik (tiga dari kanan) dan sebagian peserta pelatihan jurnalistik berfoto bersama usai pelatihan.

CINDERA MATA: Wijayanto, Muhammad Syamsul Hidayat selaku pembina ekskul Jurnalistik (tiga dari kanan) dan sebagian peserta pelatihan jurnalistik berfoto bersama usai pelatihan. (SANUSI/RADAR SIDOARJO)

Saat ini, MANU Wali Songo Sidoarjo sudah memiliki majalah sekolah, yakni MANUSDA.COM yang terbit berkala satu semester (enam bulan) sekali.

Setelah tahapan rapat redaksi selesai dilakukan, berikutnya adalah melakukan peliputan berita, penyusunan/penulisan berita, penyuntingan/pengeditan berita, pencetakan, hingga penyebarluasan/publikasi dari berita itu melalui majalah sekolah.

“Ingat, setiap tahapan harus ditentukan juga deadline atau masa penyelesaian masing-masing tahapan. Karena tanpa deadline, maka produk jurnalistik yang kita inginkan tak akan selesai dan akibatnya molor tak sesuai harapan atau perencanaan,” kata Wijayanto.

Dia juga mencontohkan materi-materi peliputan yang menarik untuk majalah sekolah. Wijayanto mencontohkan materi-materi seperti lifestyle, motivasi, atau perkembangan teknologi dan dunia hiburan sebagai materi yang menarik untuk diliput bagi majalah sekolah.

“Hindari materi-materi berat seperti soal politik atau berita-berita nasional, yang itu sudah banyak kita dapatkan dari media online atau media massa lain. Anak muda sebagai sasaran dari majalah sekolah biasanya tak tertarik dengan materi-materi seperti itu,” katanya.

Muhammad Syamsul Hidayat selaku pembina ekskul Jurnalistik di MANU Wali Songo Sidoarjo mengucapkan terima kasih atas ilmu dan pengalaman yang dibagikan oleh pemateri dari Radar Sidoarjo.

Menurut dia, pelatihan yang sudah digelar keempat kalinya dengan selalu menggandeng Radar Sidoarjo ini sangat bermanfaat bagi anak didiknya untuk melahirkan majalah maupun buletin sekolah yang berkualitas. Khusus materi kali ini, ia sangat berterimakasih karena sangat fokus pada pembuatan majalah sekolah selain materi dasar jurnalistik seperti mencari dan menulis berita. (jay)

(sb/jay/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia