SURABAYA - Maraknya kelompok geng remaja di Surabaya membuat sebagian masyarakat resah. Kepolisian bergerak untuk mencari pentolan-pentolan geng tersebut. Jika sebelumnya hanya ada dua geng, Jawara dan All Star, sekarang bertambah tiga lagi.
Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya AKBP Wimboko mengatakan, tiga geng baru itu berbeda dengan Jawara dan All Star. Anggotanya kebanyakan masih sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah dasar (SD). “Ada dugaan pecahan dari All Star. Ini masih kami dalami lagi,” tuturnya.
Geng-geng tersebut selama ini hanya terlibat aksi tawuran. Namun, ia tidak menampik jika ada dugaan mereka melakukan aksi kriminalitas. Apalagi, saat berkumpul mereka selalu melakukan pesta minuman keras (miras). “Mereka beraksi dalam pengaruh alkohol. Ini sangat miris,” katanya.
AKBP Wimboko menyebutkan, titik kumpul anak-anak muda itu biasanya di sekitar wilayah Jembatan Suramadu. Di situ, mereka biasa ngopi dan merencanakan aksinya. Kemudian bergerak ke lokasi tawuran yang telah disepakati. Namun, pihak kepolisian sudah memetakan titik-titik kumpul sejumlah geng di Surabaya. “Masyarakat tidak perlu khawatir. Laporkan bila menjumpai kelompok-kelompok ini,” ujarnya.
Mengenai kelompok suporter yang geram dengan aksi gangster tersebut, polisi sudah melakukan antisipasi dengan bertemu pengurus Bonek. Ia meminta agar suporter atau siapa pun tidak melakukan sweeping. “Kalau menjumpai kelompok ini, tahan dulu dan hubungi kami,” katanya. (gun/rek)
Editor : Administrator