Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Memiliki Makna Indah dari Berbagai Bahasa

Administrator • Senin, 20 November 2017 | 21:32 WIB
Memiliki Makna Indah dari Berbagai Bahasa
Memiliki Makna Indah dari Berbagai Bahasa

Kayun adalah nama sebuah area perumahan elite di Surabaya sekitar tahun 1920-1940. Kawasan ini menjadi batas timur sebuah kompleks perumahan elit berbentuk segitiga Embong-wijk. Konon hampir semua istilah untuk Kayun memiliki makna yang indah.


Umi Hany Akasah-Wartawan Radar Surabaya


Munculnya kata kayun sampai sekarang memiliki makna yang cukup mengena dari berbagai kalangan. Ahli bahasa Aziz Al Farizi mengatakan, kata Kayun, Kayon dan Kajoon sendiri berasal dari kosa kata literatur Bahasa Jawa. Yang paling sering muncul adalah dalam pagelaran wayang kulit. 


"Setiap intermezo adegan, sebuah gunungan menjadi semacam pembabakan," kata Aziz kepada Radar Surabaya.


Pembabakan adegan ditandai dengan sebuah wayang besar stiliran sebuah pohon atau gunung yang disebut Kayon atau gunungan. Selama pertunjukan yang biasanya diadakan di malam hari, kayon menandai perjalanan waktu imajiner sang surya dari timur ke barat yang diciptakan oleh efek pencahayaan dan bayang-bayangnya (biasanya sengaja setting pertunjukan melintang ke timur- barat, atau jika tidak memungkinkan utara-selatan dengan utara sebagai pengganti timurnya.


Berbeda makna dalam kamus Jawa-Inggris karya Elinor Clark Horne (1974) menulis arti Kajun/Kayun sebagai sebuah harapan, cita-cita, keinginan. Kata intinya ajun yang merupakan kosa kata sastra yang sinonim dengan arep (versi sehari-harinya). Juga berarti hidup (alive, dalam Bahasa Inggris) atau kehidupan atau lebih luas lagi bisa bermakna realita (kehidupan). 


Kata ajun atau ayun juga menjadi kata yang diperkenalkan ke anak-anak ketika masih sangat kecil. Berupa mainan ayunan yang begitu menyenangkan semua anak-anak. 


Sebuah istilah lain yang perlu diketahui semua penduduk Surabaya adalah istilah "Puter Kayon", Hein Buitenweg dalam bukunya Krokodillenstad - Kota Buaya (1980) yang berisi foto-foto Surabaya berikut nostalgia di setiap fotonya merekam aktifitas puter kayun yang banyak dilakukan orang-orang muda Belanda di Surabaya ketika sore tiba.


"Saya rasa pemaknaan Jalan Kayoon waktu zaman dulu melihat posisi jalan tersebut yang sangat strategis dan indah karena langsung menghadap ke Kalimas yang indah," terang Aziz. (bersambung/nur)


Editor : Administrator